Waste to Energy ENVIRO NEWS
Trending

Kolaborasi PGN Dan Startup Company Comestoarra.com Dalam Mengembangkan Energi Kerakyatan

Kolaborasi PGN Dan Startup Company Comestoarra.com Dalam Mengembangkan Energi Kerakyatan

Listrik Indonesia | Sebagai startup company yang menjadi juara 1 pada ajang PGN Startup competition 2019, PT Comestoarra Bentarra Noesantarra (comestoarra.com) mendapatkan kesempatan untuk berkolaborasi dengan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dalam mengembangkan energi kerakyatan dalam konsep Tempat Olahan Sampah di Sumbernya (TOSS). Langkah ini diwujudkan dalam suatu Momorandum of Understanding (MoU) antara PGN dan comestoarra.com yang ditandatangi oleh Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Syahrial Mukhtar dan CEO Comestoarra.com, Arief Noerhidayat. Tindak lanjut dari MoU tersebut adalah dukungan PGN kepada comestoarra.com dalam mengimplementasikan TOSS di sekitar PLTU Ropa, Flores, NTT dan mendampingi masyarakat serta komunitas setempat dalam memproduksi Batu Bara Nabati (Pelet TOSS) yang akan digunakan oleh PT PLN (Persero) UPK Flores dalam melakukan uji Reliability Run Cofiring di PLTU Ropa, Flores, NTT yang rencanaya akan dilakukan pada akhir Desember 2020.

CEO Comestoarra.com, Arief Noerhidayat mengatakan bahwa keberhasilan uji cofiring PLTU ropa pada 14-15 September 2020 membuat comestoarra semakin percaya diri untuk berkolaborasi dengan masyarakat dan komunitas di sekitar PLTU Ropa dalam memproduksi Batu Bara Nabati (Pelet TOSS). "Kami percaya bahwa TOSS ini adalah salah satu strategi ekonomi kerakyatan dalam merealisasikan energi kerakyatan", ujarnya. Arief menambahkan bahwa pengalaman dalam mengelola TOSS di sejumlah lokasi diantaranya Jakarta, Bekasi, Jepara, dan Bali sejak 2017 membuatnya semakin yakin bahwa TOSS mampu mendukung program pemerintah dalam mewujudkan capaian target 23persen pada 2025 dan pengurangan Green House Gases yang diwujudkan dalam program cofiring PLTU Batu Bara.

Manajer PT PLN (Persero) UPK Flores, Lambok Siregar menyatakan bahwa program co-firing di PLTU Ropa harus menggunakan sumber daya lokal. “Potensi sampah biomassa, limbah pertanian, limbah perkebunan, sangat besar di sekitar PLTU Ropa ini.” Lambok menambahkan bahwa sehari setelah uji cofiring, pihaknya langsung melakukan survey potensi bahan baku Batu Bara Nabati (Pelet TOSS). “Saya menemukan material yang mirip dengan Batu Bara Nabati (Pelet TOSS) yang diproduksi oleh comestoarra di TOSS Jakarta, TOSS Batalyon Armed 7 Bekasi, TOSS Jepara, dan TOSS Bali yang sukses diuji coba cofiring. Material tersebut adalah serbuk kayu, sekam padi, daun dan rumput, hingga sampah biomassa rabasan. Dengan material yang ada, Saya yakin akan memenuhi kebutuhan produksi BBN untuk program cofiring di PLTU Ropa, asalkan seluruh stakeholders yang terlibat mampu melakukan capacity building”, ujarnya.

Keberhasilan cofiring PLTU Ropa juga memberikan harapan bahwa Flores dapat menjadi daerah yang terdepan dalam bauran energi terbarukan dengan penggunaan energi biomassa. Selain itu keberhasilan uji coba cofiring PLTU Ropa memberikan harapan untuk peningkatan ekonomi daerah dengan melibatkan masyarakat dalam penyediaan pelet biomassa yang dapat diolah dari sampah pertanian, perkebunan, gulma, rumput, jerami atau sampah organik lainnya yang sangat melimpah di daerah Flores dan kabupaten Ende pada khusus nya. Sampah sampah yang menjadi masalah lingkungan dapat diubah menjadi produk yang memiliki nilai jual. Cofiring PLTU Ropa akan mendorong value creation yang baru ditengah masyarakat.

Group Head Business Development PGN, Sophan Sophian mengatakan bahwa TOSS sejalan demgan program PGN Masuk Desa yang mengedepankan setiap kegiatan yang memanfaatkan potensi dan sumber daya sekitar menjadi bioenergi. “Melalui TOSS, kami berupaya untuk melakukan mendorong produksi Batu Bara Nabati (BBN) skala kecil melalui Pilot project di beberap wilayah terseleksi, selanjutnya melakukan identifikasi dan analisa pasar, dan melakukan campaign manfaat BBN (Pellet TOSS) sebagai bahan bakar dengan mengoptimalkan sumberdaya local yang terjamin sustainability-nya,” ujar Sophan.


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button