Renewable Energy ENERGY PRIMER NEWS
Trending

Komisi VII DPR Dukung PLTN, Setuju Masuk RUU EBT

Komisi VII DPR Dukung PLTN, Setuju Masuk RUU EBT
Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto [Foto: Ridwan Ewako - LISTRIK INDONESIA]

Listrik Indonesia - Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto menegaskan pihaknya bulat mendukung langkah-langkah realisasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) segera dilaksanakan.

"Komisi VII jelas mendorong agar PLTN segera direalisasikan," tandas Sugeng saat menjadi salah seorang pembicara di Forum Diskusi Denpasar 12, edisi ke-47, yang bertema 'Peta Jalan Menuju Ketahanan dan Percepatan Transisi Energi Nasional', Rabu, 3 Maret 2021. 

Serial diskusi virtual itu digagas oleh Lestari Moerdijat, wakil ketua MPR RI Koordinator Bidang Aspirasi Masyarakat dan Daerah. 

Diskusi edisi ke-47 yang diikuti 150 peserta yang berasal dari berbagai provinsi menghadirkan narasumber:  Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, pengusaha bisnis geothermal Supramu Santosa, dan Tri Mumpuni, aktivis Institute Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA).

Tampil sebagai penanggap, yakni Dr. Suyoto, koordinator Bidang Kebijakan Publik dan Isu Strategis DPP Partai Nasdem, dan Dr. Kurtubi, ketua Bidang Energi dan Mineral DPP Partai Nasdem.

Sugeng, yang politikus Partai Nasional Demokrat (Nasdem), menjelaskan nuklir merupakan salah satu jawaban terbaik atas tuntutan penyedian energi bersih hari ini dan masa depan. 

Lebih jauh, kata Sugeng, Komisi VII menghendaki perlunya soal PLTN masuk dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Energi Baru Terbarukan (EBT).

Walau menegaskan dukungan penuh terhadap hadirnya PLTN di Indonesia, Sugeng menyatakan DPR memaklumi fakta derasnya pergesekan pro-kontra PLTN. Sebagian masyarakat menerima PLTN, sisanya menolak.

"Soal nuklir atau PLTN memang masih kontroversi. Ini fakta," tutur Sugeng.

Sugeng mengungkapkan sikap Komisi VII di atas setelah Kurtubi mempertanyakan sikap pemerintah yang dinilainya tidak menempatkan PLTN sebagai solusi strategis mewujudkan ketahanan energi masa depan.

"Bicara soal energi bersih, ya, ada nuklir. PLTN generasi ke-4 sudah sangat aman. PLTN lebih murah daripada energi listrik asal batu bara. Nuklir itu bersih, batu bawa kotor," tutur Kurtubi.

Menteri Arifin Tasrif tak membahas dan menyinggung posisi PLTN dalam bangunan ketahanan energi nasional, walaupun menggarisbawahi pemanfaatan EBT dalam masa transisi energi nasional. 

Arifin bahkan mengungkapkan bahwa pemerintah masih merencanakan optimalisasi pemanfaatan batu bara.

"Hilirisasi baru bara akan menjadi penopang utama untuk mengantisipasi kekurangan pasokan gas dalam negeri," sebutnya.

Sehubungan hal tersebut, Kurtubi menggarisbawahi bahwa nuklir phobia sebagai sikap salah kaprah. Termasuk bila itu pemerintah, padahal Presiden Soekarno sendiri telah merencana membangun PLTN.

"Kita jangan jadi bangsa bodohlah," tandas Kurtubi. (RE)




 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button