CORPORATION
Trending

Komisi VII Minta Pertamina Lebih Pro Aktif Sosialisasikan Program Pertashop

Komisi VII Minta Pertamina Lebih Pro Aktif Sosialisasikan Program Pertashop

Listrik Indonesia | Anggota Komisi VII DPR RI Abdul Kadir Karding menyarankan kepada agar jajaran PT Pertamina lebih pro aktif dalam mensosialisasikan program Pertashop kepada masyarakat. Menurutnya program ini sangat bermanfaat, agar kebutuhan masyarakat akan Bahan Bakar Minyak (BBM) merata sampai ke pelosok desa.

 

“Jadi Pertashop ini memang suatu program yang patut kita apresiasi dan dukung. Tujuannya adalah agar kebutuhan akan BBM ini tersalurkan merata ke seluruh Indonesia. Selama ini problem kita memang pada tahap distribusi,” kata Karding saat mengikuti FGD Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI dengan Direktur PT Pertamina beserta jajaran, di Bali, Jumat (8/10/2021). 

 

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini berpandangan, program Pertashop ini bisa menjadi alat pemberdayaan ekonomi masyarakat, misalnya pondok pesantren bisa bermitra untuk menjual produk Pertashop. Tapi dengan catatan, Pertamina  nantinya akan  melakukan pendampingan dari sisi manajemen dan akses permodalan ke Bank-Bank Himbara.

 

“Saya berharap Pertamina juga pro aktif mensosialisasikan program ini ke pondok pesantren, koperasi dan BUMDes. Sehingga distribusinya dapat terlayani dengan baik dan kebetuhan  energi yang ramah lingkungan kita dapat, tapi juga bisa memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar,” pungkas Karding.

 

Legislator dapil Jawa Tengah VI ini juga mengapresiasi, raw material pada pembuatan alat-alat yang dibutuhkan Pertashop hampir 100 persen produksi dalam negeri.  “Tentu kita harus dorong semampu kita terhadap produksinya, kita tidak boleh terus memerus impor, ada masa dan batasnya. Sehingga kita harus terus memacu anak-anak bangsa kita untuk melakukan produksi dalam negeri, pasti nilai ekonomisnya juga besar,” tutupnya.

 

Dalam kesempatan yang sama, Dirut PT Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, Pertashop yang target utamanya ke desa-desa ini sebenarnya juga bagian dari transformasi dari BBM yang subsidi ke arah BBM yang lebih ramah lingkungan. Karena jika dimulai dari perkotaan, banyak sekali isunya.

 

"Jadi kita mulai dulu dari pedesaan, kita kasih BBM dengan RON yang bagus sesuai aturan KLHK tahun 2017 yang dijual itu minimal RON 91. Selain itu, kita juga telah bekerjasama dengan Bank Himbara, salah satunya dengan BRI dan DP-nya itu nol persen. Nanti akan dilakukan survei bersama perbankan, yang penting bisa dilewati mobil truk kecil,” terang Nicke.

 

Nicke menambahkan, Pertashop ini harus didukung semua pihak, karena akan mendapatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). “Dalam rancangan kita, ketika akan membangun Pertashop di seluruh Indonesia maka pabrikatornya juga akan ada di seluruh Indonesia, jadi tidak hanya terpusat di Jawa. Misalnya ingin membangun Pertashop di Makassar, nanti akan ada pabrikasinya di wilayah Sulawesi. Kita juga sudah kontrak payung dengan PT Krakatau Steel untuk bahan bakunya, sehingga harganya bisa lebih murah," jelas Nicke.

 

Nicke berharap, dengan tersebarnya pabrikasi di semua wilayah Indonesia, hal ini juga dapat meningkatkan industri lokal, peningkatan ekonomi daerah dan pelayanan terhadap masyarakat juga akan semakin mudah. "Saya kira (Pertashop) ini bisnis yang paling aman ya di saat pandemi seperti ini, karena sudah ada kepastian konsumennya,” tutup Nicke. 


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button