NEWS
Trending

Konsistensi PLN Mengedukasi Keselamatan dan Keamanan Masyarakat

Konsistensi PLN Mengedukasi Keselamatan dan Keamanan Masyarakat
Antonius Artono, EVP Health Safety Security Environment PLN
Listrik Indonesia | Demi menjaga keselamatan kerja dan lingkungan, terutama terhadap peralatan kelistrikan maupun instalasi milik perusahaan, PLN selalu konsisten memberikan edukasi kepada masyarakat. 

Menurut Antonius Artono, EVP Health Safety Security Environment PLN, “Kami melakukannya dengan mengedukasi ke masyarakat melalui berbagai cara. Pertama dengan model pemberitahuan standard engineering yang mudah dipahami”. 

Menurut Anton, masyarakat diajak untuk memahami berbagai jaringan PLN. Seperti tegangan ekstra tinggi 500 KV, 150 KV atau yang dikenal dengan SUTET (saluran udara tegangan ekstra tinggi). Lalu ada tegangan menengah 20 KV hingga 70 KV. 

“Terdapat jarak-jarak aman di antara tegangan listrik itu yang tidak boleh dilalui. Misalnya, instalasi bertegangan rendah, istilahnya kita baru akan tersetrum  jika memegang kabelnya. Namun, untuk tegangan ekstra tinggi, yang 150 KV ke atas itu meski kita tidak menyentuh instalasinya, sudah tersetrum jika berada terlalu dekat, akibat dari medan magnet listrik yang terbentuk,” jelas Anton. 

Dalam salah satunya videonya, PLN memuat berbagai bahaya dan pencegahannya. Antara lain, mengenai bahaya bermain layangan di sekitar jaringan PLN, menjaga jarak aman 3 meter dari jaringan listrik, pengamanan dengan menurunkan saklar MCB serta mencabut berbagai kabel listrik saat banjir, tidak menumpuk steker listrik, menjauhkan anak-anak dari tegangan ekstra tinggi, menghubungi PLN di nomor 123, dan lain sebagainya. 

Diharapkan, ada tiga hal untuk memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat terhadap instalasi PLN. Pertama, PLN melakukan sosialisasi kepada masyarakat khususnya saat ada momen khusus seperti bulan K3 di setiap Bulan Februari. Kedua, di sisi peraturan, IMB di Pemda setempat diharapkan sudah mengakomodasi kepentingan keselamatan orang akibat bahaya listrik. Ketiga, ada punishment bagi yang melanggar peraturan agar tidak terjadi musibah yang fatal. 

“Sebelumnya kan hanya diatur Peraturan Menteri jadi hanya mengikat BUMN bersangkungan seperti PLN saja. Maka dengan adanya Keppres, maka ada yang akan mengatur agar organ maupun aparat dapat turut membantu PLN dalam menjaga keamanan instalasi PLN,” pungkas Anton.  (Fr)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button