Emission & Carbon ENVIRO NEWS
Trending

Konsorsium BUMN Akan Bentuk Holding Baterai, Garap Hilirisasi Nikel

Konsorsium BUMN Akan Bentuk Holding Baterai, Garap Hilirisasi Nikel
Sejumlah BUMN akan bentuk konsorsium holding baterai yang diperlukan sebagai proyek hilirisasi nikel. (foto: net)

Listrik Indonesia | Direktur Utama Mining Industry Indonesia MIND ID Orias Petrus Moedak memastikan, anak usahanya yakni PT Aneka Tambang Tbk (Antam) bersama PT Pertamina (Persero), dan PT PLN (Persero) akan menjadi konsorsium dalam pembentukan holding perusahaan baterai, PT Indonesia Battery. Pembentukan holding baterai ini diperlukan sebagai proyek hilirisasi nikel yang potensinya cukup banyak di tanah air.

 

“Konsorsium ini tengah menyusun skema pembentukan holding PT Indonesia Battery. Holding ini akan menggandeng mitra dan membentuk perusahaan patungan (joint venture/JV). Dari hulu ke hilir, dari tambang sampai ke battery pack untuk dua perusahaan calon mitra," ujar Orias dalam webinar, Selasa (13/10).

 

Dalam waktu dekat ini, ada dua calon mitra yang dibidik dari Tiongkok dan Korea Selatan. Pihaknya memperkirakan investasi untuk dua proyek dari hulu ke hilir tersebut sebesar USD12 miliar atau setara Rp174 triliun (kurs Rp14.500 per USD).

"Sekitar USD12 miliar, jadi ada yang USD5 miliar, ada yang USD7 milair, tergantung size-nya. Sedang dibicarakan, mudah-mudahan bisa segera tercapai," tutur dia.

Terkait dengan pendanaan proyek, Orias bilang akan bersumber dari ekuitas serta pembiayaan perbankan. Karenanya, ia berharap perbankan domestik tertarik untuk membiayai proyek tersebut. Ia pun tak menutup kemungkinan untuk mencari pendanaan dari luar negeri.


"Jangan sampai untuk mengembangkan ini perbankan (dalam negeri) tidak berpihak, itu akan sulit. Nanti mau enggak mau pinjam dari luar negeri. nanti jadi isu lain lagi kalau terlalu sering pinjam ke luar negeri," tutur Orias.

Adapun engembangan proyek ini dilakukan untuk mendorong pengembangan kendaraan listrik (electrical vecicle/EV) di dalam negeri. Klaster EV baterai akan dibangun pabrik pengolahan nikel dengan metode High Pressure Acid Leaching (HPAL) dan Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF). Pembangunan pabrik rencananya berlokasi di Maluku Utara atau Konawe Utara, dengan estimasi investasi mencapai USD3 miliar.
(pin)


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button