NEWS
Trending

Konsumsi Listrik Nasional Berjalan Lambat

Konsumsi Listrik Nasional Berjalan Lambat

Listrik Indonesia | Konsumsi listrik nasional sejak 2019 lalu sudah mengalami perlambatan. Berdasarkan data PLN, penjualan tenaga listrik  PLN pada 2019 di bawah target, dari target penjualan 248,8 TeraWatthour (TWh), hanya tercapai penjualan sebesar 245,52  TWh. Dengan demikian, target pertumbuhan penjualan tahunan listrik yang sebesar 7,06 persen hanya tercapai 4,65 persen atau lebih rendah dari 2018 yang tumbuh sebesar 5,14 persen.

Kondisi ini diyakini masih akan terus berlanjut pada 2020. Hal tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif. Menurut Arfin,   konsumsi listrik pada 2020 diperkirakan tidak sampai 5 persen.

Namun, menurut Arifin, pertumbuhan konsumsi listrik yang melambat tersebut perlu ditopang dengan pembangunan transmisi. Dengan demikian, produksi listrik dari pembangkit-pembangkit yang sudah eksisting bisa tersalurkan. Kondisi melambatnya pertumbuhan konsumsi listrik tersebut menurutnya ironis, karena seharusnya pertumbuhan konsumsi listrik bisa jauh lebih besar dari pertumbuha ekonomi nasional.

Perlambatan tersebut salah satunya didorong penurunan konsumsi tenaga listrik di segmen industri yang merosot tajam sepanjang tahun 2019. Dari pertumbuhan konsumsi listrik industri nasional sebesar  6,45 persen pada 2018, pertumbuhannya melambat menjadi  1,04 persen pada 2019.

PLN mengaku akan berusaha menaikkan penjualan listrik ke sektor industri. Beberapa strategi yang diterapkan diantaranya  dengan mengintensifkan program diskon pemakaian listrik pada Luar waktu Beban Puncak (LWBP).  PLN juga akan  menggeber segmen pelanggan strategis seperti pabrik pengolahan dan pemurnian mineral alias smelter. (AB)

 


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button