Fossil Fuel ENERGY PRIMER NEWS
Trending

Kuartal I, Penerimaan Negara Sektor Hulu Migas 45 Persen

Kuartal I, Penerimaan Negara Sektor Hulu Migas 45 Persen
Kepala SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi) Dwi Soetjipto [Foto: Dok. LISTRIK INDONESIA]

Listrik Indonesia - Kepala SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi) Dwi Soetjipto mengemukakan penerimaan negara dari sektor industri hulu migas pada kuartal I 2021, jauh melebihi ekspektasi.

Penerimaan dimaksud sebesar US$3,29 miliar atau 45,2 persen dari target penerimaan dalam APBN 2021 (full year) US$7,28 miliar. Padahal baru kuartal I.

Pencapaian itu ditopang realisasi harga minyak dunia yang membaik dan efisiensi yang mampu digelar oleh segenap stakeholders industri hulu migas.

BACA JUGA: Rektor Unair Ingatkan Dampak Penurunan Harga Gas Industri

Efisiensi yang dilakukan SKK Migas dan KKKS (kontraktor kontrak kerja sama) pada kuartal I 2021 berhasil menjadikan cost recovery/bbl sebesar US$11,88 per barrel oil equivalent (BOE) --turun rata-rata cost recovery per barel pada kuartal-I tahun 2020 sebesar US$ 13,4 per BOE.

“SKK Migas dan KKKS telah melakukan berbagai terobosan di lapangan, sehingga dapat menghasilkan tambahan efisiensi biaya di lapangan sebesar US$500 juta hingga US$ 600 juta pada kuartal-I tahun 2021,” kata Dwi dalam jumpa pers bertema Kinerja Hulu Migas Kuartal I Tahun 2021 di Jakarta, Senin, 26 April 2021. 

Realisasi cost recovery kuartal I 2021 sebesar US$1,73 Miliar atau sekitar 21,4% dari target 2021. Hal ini, menurut Dwi, ke depan lebih bisa di-manage, sehingga dapat memberi tambahan penerimaan negara.

SKK Migas mencatat per kuartal I 2021, produksi migas nasional mencapai 1.885 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD), terdiri atas produksi minyak sebesar 679,5 BOPD dan produksi gas sebesar 6.748 MMSCFD. 

Untuk lifting migas nasional mencapai 1.665,25 MBOEPD dengan rincian lifting minyak sebesar 676,2 ribu BOPD, atau 95,9 persen target APBN yang ditetapkan untuk tahun ini sebesar 705 ribu BOPD. 

BACA JUGA: Transformasi Hulu Migas Kejar Target Produksi Minyak Satu Juta Barel

Sedangkan lifting (salur) gas sebesar 5.539 MMSCFD dari target APBN sebesar 5.638 MMSCFD atau tercapai 98,3%. 

Capaian produksi dan lifting masih menghadapi tantangan, disebabkan adanya beberapa lapangan besar yang produksinya belum sesuai rencana dan bergesernya jadwal pemboran beberapa Wilayah Kerja. 

Untuk mengisi gap produksi, menurut Dwi lagi, pihaknya bersama KKKS memperketat koordinasi untuk menyelesaikan masalah di lapangan. Dilaksanakan pula FGD (focus group discussion) buat memastikan realisasi program-program kerja 2021, serta mencari terobosan yang dapat menghasilkan tambahan produksi. 

“Dari FGD selama tiga hari yang dilaksanakan awal April lalu, kami dapat mengidentifikasi potensi tambahan produksi minyak rerata tahunan sebesar 3.500 BOPD, serta memverifikasi salur gas sebesar 205 MMSCFD,” tambah Dwi. (RE)


 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button