ENERGY PRIMER
Trending

Laba Pertamina International Shipping Melonjak Hingga 126 Persen

Laba Pertamina International Shipping Melonjak Hingga 126 Persen

Listrik Indonesia |  Di tengah Pandemi seperti sekarang ini PT Pertamina International Shipping sukses mebukukan kenaikan laba hingga 126 persen atau setara Rp1,19 triliun diakhir 2020 dibanding tahun 2019 hanya sebesar  Rp945 miliar.

 

Direktur Keuangan Pertamina International Shipping, Diah Kurniawati dalam keterangannya Senin (14/6/2021) mengatakan, realisasi Laba Bersih Audited Perusahaan pada tahun 2020 meningkat utamanya disebabkan oleh usaha optimasi operasi yang dilakukan. Kenaikan beban operasi berbanding lurus dengan kenaikan pendapatan secara proporsional.

 

Ia menjelaskan, Total Aset Audited 2020 meningkat disebabkan oleh adanya penambahan Asset Under Construction (2 VLCC New Building). Selain itu, kenaikan aset juga dipengaruhi oleh meningkatnya Kas dan Setara Kas dan pencatatan Aset Hak Guna sebagai salah satu dampak penerapan PSAK 73.

“Ini juga dipengaruhi adanya sinergitas dalam menjalankan operasional kembali diwujudkan anak usaha PT Pertamina (Persero) dalam pengapalan ke-700 produksi minyak mentah Blok Cepu,”ujarnya.

Minyak mentah Blok Cepu di Bojonegoro hasil produksi konsorsium KKKS yakni PT Pertamina EP Cepu (PEPC) dan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), kemudian dialirkan melalui pipa sepanjang 95 kilometer ke Palang, Tuban, dan ditampung di FSO Gagak Rimang di lepas pantai Tuban, Jawa Timur. Selanjutnya, minyak mentah dikirim oleh VLCC Success Enterprise (MT SC Enterprise) yang dioperasikan oleh Pertamina International Shipping ke STS Tuban untuk diolah di kilang Pertamina guna memenuhi kebutuhan energi nasional.

VLCC MT SC Enterprise akan mengangkut 1 juta barel minyak mentah yang merupakan kargo bagian Pemerintah (850 ribu barel) dan BKS PI (150 ribu barrel). Capaian lifting ke-700 Blok Cepu ini secara kumulatif lebih dari 475 juta barel minyak, atau lebih tinggi dari perkiraan keseluruhan volume cadangan minyak terproduksikan saat rencana awal Plan of Development (PoD) sebesar 450 juta barel.


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button