Waste to Energy ENVIRO NEWS
Trending

Lanjutkan ITF Sunter, Jakpro Masih Cari Pendanaan

Lanjutkan ITF Sunter, Jakpro Masih Cari Pendanaan
Maket ITF Sunter, Jakarta Utara. (foto: net)

Listrik Indonesia | Bersama perusahaan energi bersih asal Finlandia, Fortum, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) ditugaskan membangun fasilitas pengolahan sampah, Intermediate Treatment Facility (ITF) di Sunter. ITF ini akan menjadi sumber energi listrik dari sampah. Hingga kini, proyek ITF masih jalan di tempat.

Direktur Pengembangan Bisnis Jakpro, Hanief Arie Setianto, mengungkapkan, pihaknya masih mencari sumber pendanaan dari berbagai lembaga keuangan. “Kami sedang membahas isu-isu bankability dengan para pemangku kepentingan termasuk dengan lembaga keuangan,” ujar Hanief kepada listrikindonesia.com, belum lama ini.

Meski demikian, pihaknya tetap berkomitmen menyelesaikan isu-isu tersebut. Hanief yakin pembangunan ITF Sunter akan tetap sesuai target. Apalagi, kata dia, masa konstruksi ITF Sunter adalah 41 bulan.

“Secara intens kami terus membahas dan mencarikan alternatif pemecahan isu bankability tersebut,” imbuhnya.

Dia menegaskan, pembangunan dan konstruksi fasilitas ini membutuhkan pendanaan yang cukup. Jika pendanaan cukup maka dalam tiga tahun ke depan (2024) ITF Sunter akan siap beroperasi.

“Saat ini, ITF Sunter masuk dalam pencarian pendanaan, tetapi dalam proses perencanaan insinerasinya sudah siap. Jika proses pendanaan sudah siap, kita melanjutkan proses konstruksi,”
tegas Hanief.

Untuk menuntaskan persampahan di Ibukota ini, lanjutnya, PT Jakpro dan PT Fortum Finlandia telah membentuk PT Jakarta Solusi Lestari (JSL). Nantinya, JSL akan diberikan mandat untuk mengelola ITF tersebut. Pembentukan perusahaan patungan tersebut sudah diamanatkan dalam Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2018.

Mereka juga sudah menandatangani Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) atau PPA dengan PT PLN (Persero). Listrik yang dihasilkan oleh ITF Sunter nanti akan dibeli oleh PT PLN dengan nilai US$11,88 sen atau mencapai Rp 168.000 per kWh setelah negosiasi antarpihak dan sumber pendanaan dirampungkan. (pin)


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button