Power Plant MEGA PROJECT NEWS
Trending

Longsor PLTA Batang Toru, 10 Korban Tewas Dievakuasi

Longsor PLTA Batang Toru, 10 Korban Tewas Dievakuasi
Evakuasi korban longsor di areal PLTA Batang Toru - realitaonline_id

Listrik Indonesia - Otoritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, mengonfirmasi total korban tewas longsor Pembangkit Listri Tenaga Air (PLTA) Batang Toru 10 orang hingga Rabu (5/5/2021). Evakuasi jenazah terakhir pada Selasa malam (4/5/2021).

"Satu korban terakhir ditemukan di aliran sungai Batang Toru. Kondisi tidak bisa dikenali," kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Pemkab Tapanuli Selatan Isnut Siregar.

Disebutkan, lima jenazah korban masih berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sipirok. 

"Rencananya empat jenazah dimakamkan malam ini. Satunya lagi yang diduga TKA (tenaga kerja asing) akan dikremasi," tutur Isnut. 

Menjelang pemakaman, pihak berwajib belum mengidentifikasi mayat korban. Menurut Direktur RSUD Sipirok Firdaus Batubara, petugas menemui kendala karena kondisi jenazah tidak utuh.

BACA JUGA: Perjuangan Berat Petugas PLN Pulihkan Suplai Listrik di Adonara

Namun, Firdaus mengatakan Tim Inafis dan DVI Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) masih berusaha mengidentifikasi para korban. 

"Meskipun banyak yang menyebut itu adalah jasad korban (satu TKA), namun harus dipastikan lewat forensik dari sidik jari dan lainnya, agar jelas dan terang identitas korban sebenarnya," Firdaus menambahkan.


Longsor di Areal Proyek

Sebelumnya, PT North Sumatra Hydro Energy (NSHE) menyatakan bertanggung jawab atas bencana longsor yang terjadi di areal proyek pembangunan PLTA yang sedang dikerjakannya. 

Direktur Komunikasi dan Hubungan Luar PT NSHE Firman Taufick mengatakan tanah longsor terjadi di lokasi proyek pembangunan PLTA Batang Toru, Kamis (29/4/2021) sekitar pukul 18.20 WIB. 

BACA JUGA: Medco Energi Salurkan Bantuan Untuk Korban Bencana Alam

Tanah longsor terjadi setelah hujan deras sejak pukul 14.00 WIB. Pada sekitar pukul 18.10 WIB, tiga karyawan PT Sinohydro, subkontraktor PT NSHE, yaitu Dolan Sitompul (pekerja lokal) serta dua tenaga kerja asing (TKA) bernama Long Quan dan Xie mendatangi lokasi kejadian mengendarai satu unit mobil. 

Mereka bermaksud mengecek dan mendokumentasikan terjadinya banjir lumpur setinggi 50 sentimeter yang terjadi pada pukul 16.30 WIB, di Jalan R17 K4+100 Bridge 6.

"Pihak Sinohydro mencurigai banjir lumpur di lokasi akan menyebabkan longsor, sehingga mereka perlu mengecek agar dapat menyiapkan alat berat untuk mengatasinya," ujar Firman, seperti dikutip Kompas.com.

Setelah melakukan pengecekan dan mengambil dokumentasi, sekitar pukul 18.20 WIB, tiba-tiba terjadi longsor dan langsung menerjang mereka. 

"Namun Xie (TKA) yang sempat melihat adanya longsoran berhasil meloncat keluar dari dalam mobil dan lari menyelamatkan diri.  Sementara rekannya, Long Quan dan Dolan Sitompul terbawa dan tertimpa longsor," kata Firman. 

BACA JUGA: Tembus Wilayah Terisolir, PLN Berhasil Pulihkan 10 Gardu Listrik di Ulumanda Sulbar

Tidak hanya pekerja, longsoran tanah terus meluncur dan menghantam sebuah warung kopi milik Anius Waruwu, warga sekitar yang diduga dihuni sejumlah orang. 

"Lokasi kejadian dan lokasi warung kopi yang terkena longsor saat ini sudah diamankan oleh pihak aparat, agar tidak ada yang mendekat, karena dikhawatirkan masih akan terjadi longsor," ujar Firman. 

Atas kejadian itu, pihaknya segera melaporkan kejadian ke Pemkab Tapanuli Selatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tapanuli Selatan, dan berkoordinasi dengan aparat Polri serta TNI setempat. (RE)


 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button