NEWS
Trending

Luncurkan 30 Unit Bus Listrik, Mayasari Bakti Gunakan Charging Station Lokal

Listrik Indonesia | Perusahaan Otobus Mayasari Bakti telah meluncurkan 30 unit armada bus listrik yang akan digunakan TransJakarta. Pihaknya juga telah menyiapkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU)/charging station menggunakan produk buatan dalam negeri.

Disela-sela acara launching SPKLU bersama PLN dan TransJakarta, Jumat, (13/5/2022). Direktur Operasional Mayasari Bakti, Ahmad Zulkifli menuturkan, setelah mendapat kontrak dengan TransJakarta pengadaan bus listrik sebanyak 30 unit. Pihaknya, langsung membangun 10 charging station di garasi busnya yang terletak di Jakarta Tiimur.

“Kami saat ini punya 360 armada yag terdiri dari diesel, cng dan 30 bus listrik. Tentunya, jika ini berjalan lancara ke depan aka nada penambahan-penambahan bus listrik,”ungkapnya.

PT Mayasari Bakti merupakan operator bus Transjakarta pertama yang mendatangkan bus listrik. Bus listrik yang digunakan Mayasari Bakti memakai BYD dengan kapasitas baterai sebesar 324 kWh. Menggunakan AC Synchronous Motor yang menghasilkan tenaga 300 kW atau setara 402 TK dan torsi 1.100 Nm.

Ia meminta agar pelaku usaha mendapat dukungan dari pemerintah baik itu regulasi dan infrastruktur. Menurutnya, SPKLU perlu diperbanyak agar dapat menarik minta perusahaan otobus lain untuk beralih ke bus listrik.

“Ini harus didukung dengan regulasi dan infrastrukturnya, karena investasi di bus listrik ini tidak murah jangan sampai dukugan ini terabaikan dan menjadi sia-sia,”tuturnya.


Charging Station Buatan Lokal

Bus Listrik Mayasari Bakti dilengkapi oleh charging station buatan dalam negeri yang dibuat oleh PT Powerindo Prima Perkasa dengan merek Proteksindo. Produk Charging station Proteksindo diketahui telah banyak digunakan diberbagai daerah.

General Manager Proteksindo, Billy Corputty menjelaskan, Mayasari Bakti telah memesan 10 unit Charging station yang telah dipasang di garasinya. Charging station yang digunakan Mayasari Bakti berjenis CCS2 yang sudah terverifikasi dan boleh digunakan untuk bus listrik BYD. 

“Kami mengirimkan Charging station ke BYD untuk diverifikasi apakah bisa digunakan untuk busnya atau tidak. Hasilnya, bisa dan bukan hanya untuk BYD saja, kendaraan listrik yang menggunakan CCS2 juga bisa pakai Charging station Proteksindo,”ujarnya.

Adapun spesifikasi Charging station Proteksindo untuk Mayasari Bakti ialah berjenis 3 Phase dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hasil verifikasi Kemeterian Perindustrian mencapai 18,81 persen. Untuk sekali pengecasan penuh memakan waktu hingga 1,5 jam.

“Sejauh ini TKDN masih kami yang tertinggi, dan pengembangan peningkatan TKDN menjadi fokus kami,” ucapnya.

Artikel Selengkapnya Diulas di Majalah Listrik Indonesia Edisi-85.

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button