Renewable Energy ENERGY PRIMER NEWS
Trending

Mafia Migas Ganjal Program Listrik Bersih Presiden Biden

Mafia Migas Ganjal Program Listrik Bersih Presiden Biden
PLTB lepas pantai di Amerika Serikat [Foto: windpowerengineering.com - LISTRIK INDONESIA]

Listrik Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berupaya kuat memacu pemanfaatan sumber daya energi baru terbarukan (EBT).

Khusus potensi sumber daya angin atau bayu akan difokuskan di sepanjang Pantai Timur. Proyek pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) segera dibangun di lepas pantai New Jersey.

Pemerintahan Biden menempatkan PLTB sebagai salah satu bagian upaya mengalirkan tenaga listrik ke 10 juta rumah di AS hingga 2030.

Gedung Putih mengatakan, seperti diberitakan VOA, pemanfaatan energi bersih yang digalakkannya membantu menghindari polusi 78 juta metrik ton emisi karbon dioksida per tahun. Pemerintah serius memperlambat pemanasan global.

Selain untuk penyelamatan bumi, pemerintah membidik terbukanya lapangan kerja atas proyek energi. Dikalkulasi sebanyak 44 ribu orang akan terserap langsung di proyek kelistrikan. Sementara tak kurang 33 ribu lainnya memperoleh pekerjaan di bidang terkait.

BACA JUGA: Antara Joe Biden & Kebijakan Energi Indonesia


Gina McCarthy, penasihat urusan perubahan iklim Gedung Putih, menjelaskan Presiden Biden ingin AS mengambil peran besar atau kesempatan melawan ancaman perubahan iklim. Pada saat yang sama mengatasi kasus pengangguran yang meledak akibat lesu perekonomian setelah dihajar pandemi covid-19.

Ia menggarisbawahi PLTB merupakan pilihan terbaik dalam konteks tersebut. “Tidak ada skala peluang yang lebih jelas selain memanfaatkan energi angin lepas pantai,” tuturnya.

Biro Manajemen Energi Laut Departemen Dalam Negeri AS menyebutkan PLTB lainnya berada di perairan dangkal Long Island. Pengerjaan konstruksi proyek ini menyerap 25 ribu pekerja hingga 2030.


Argumen Kubu Penentang 

Sementara itu, CNN, Selasa, 6 April 2021, melansir program revolusi hijau Presiden Biden berhadapan dengan penentangan kuat kalangan pelaku industri bahan bakar fosil di berbagai negara bagian. "Mafia migas" itu memiliki pengaruh di Kongres guna menghalangi program energi berbasis EBT yang digalakkan Biden. 

Paket infrastruktur besar-besaran Biden senilai $2 triliun mengharuskan setiap negara bagian memulai mengoperasikan pembangkit listrik yang tidak menghasilkan emisi karbon alias ramah lingkungan pada 2035. 

Decarb America Research Initiative mendukung kebijakan transisi energi Biden tersebut. Bahkan konsep besar strategi penggunaan EBT hingga 2050 telah disiapkan.

Lindsey Walter, wakil direktur Kebijakan Iklim di Third Way --kelompok yang terafiliasi dengan Partai Demokrat yang turut mensponsori proyek Decarb America-- menegaskan hanya negara-negara yang memiliki sumber daya minyak, gas, dan batu bara yang berperan dalam produksi energi hari ini. 

BACA JUGA: Transisi Energi Mendesak, Indonesia Harus Segera Akselerasi Pengembangan EBT

Mulai 2050, setiap negara dapat berperan menghasilkan energi dengan menggunakan sumber daya alam yang ada, melalui pemanfaatan EBT. 

"Itulah mengapa Anda melihat peluang negara-negara bagian mendapatkan keuntungan ekonomi dari sumber daya nol karbon," ujar Walter.

Senator Demokrat Tina Smith dari Minnesota menyatakan tiga belas negara bagian telah memantapkan "standar listrik bersih", setidaknya mulai 2050. 

Sementara, barisan Partai Republik menyatakan industri energi bersih memang berkembang pesat. Sektor ini menjanjikan investasi dan membuka lapangan kerja di masa depan, bukan hari ini. Sementara industri bahan bakar fosil menghasilkan keuntungan, sekarang. (RE)


 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button