NEWS
Trending

Manfaatkan Potensi Geothermal, ABB Siapkan Gardu Induk Untuk Wilayah Sumatera

Manfaatkan Potensi Geothermal, ABB Siapkan Gardu Induk Untuk Wilayah Sumatera
Listrik Indonesia | Untuk mendukung kelistrikan di wilayah Sumatera, ABB akan memasok prefabrikasi gardu induk dengan memanfaatkan energi panas bumi (geothermal) di Pulau Sumatera. Solusi ABB power grid akan menghubungkan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di Rantau Dedap, di sekitar gunung berapi di Sumatera Selatan, yang belum terjangkau sistem transmisi kelistrikan Sumatera. 

Pembangkit ini menyediakan 220 megawatt (MW) listrik bebas karbon – cukup untuk mengaliri hampir 500.000 rumah di sekitarnya. Bekerja sama dengan PT Rekayasa Industri (Rekind) dan PT Supreme Energy, ABB memberikan solusi terintegrasi penuh yang mencakup proses engineering, manufaktur, pengadaan, pemasangan, dan commissioning GIS (Gas Insulated Switchgear) gardu induk, yang akan dikirimkan ke lokasi (on-site) dalam keadaan terakit penuh dan telah diuji di pabrik. 

“ABB Power Grids memberikan solusi terintegrasi untuk membantu memenuhi kebutuhan pengelola. Desain GIS ABB yang ringkas dan andal ini dapat menghemat waktu pemasangan dan mengurangi risiko pengelolaan pengerjaan, menjadikannya solusi ini sangat cocok untuk diimplementasikan di wilayah geografis terpencil,” kata Niklas Persson, Managing Director, Lini bisnis Grid Integration, ABB Power Grids.  

ABB GIS memungkinkan transmisi dan distribusi listrik yang efisien dan andal. Gardu prefabrikasi ini adalah solusi modular, dikirim langsung dari pabrik dengan integrasi fungsional tingkat tinggi untuk pemasangan dan commissioning yang lebih cepat. 

Prefabrikasi GIS didesain dengan sistem tekanan udara dan penyaring udara untuk melindungi GIS dari kondisi sulfur di area gunung berapi. Hal ini mengingat potensi panas bumi di Indonesia yang sangat besar dan sebagai salah satu wilayah yang paling aktif secara seismik di dunia, rentan terhadap gempa bumi dan letusan gunung berapi. Selain itu, positifnya, merupakan cadangan sumber daya sekitar 40% dari potensi panas bumi dunia. 

Saat ini, Indonesia hanya mengembangkan sebagian kecil dari potensi panas bumi. Namun, penggunaan panas bumi sebagai bahan bakar energi listrik diperkirakan akan menjadi hampir dua kali lipat dari 5% di tahun 2017 menjadi 9,8% pada 2027. Pemerintah telah mengumumkan tujuannya untuk mendiversifikasi penggunakan energy alternatif dan pengurangan emisi Karbondioksida sebesar 30% pada 2030 dan Indonesia menargetkan untuk menjadi produsen tenaga panas bumi terbesar di dunia di 2023. (AM)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button