Event AGENDA Renewable Energy ENERGY PRIMER NEWS
Trending

Mantan Dirut PLN Tantang Pemerintah Bangun PLTS 50 GW Dalam 20 Tahun

Mantan Dirut PLN Tantang Pemerintah Bangun PLTS 50 GW Dalam 20 Tahun
PJCI gelar webinar bertajuk Koridor Interkoneksi Gigawatt Sumba-Jawa yang diadakan Kamis (8/10).

Listrik Indonesia | Mantan Direktur Utama PT PLN (Persero), Eddie Widiono menantang pemerintah untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga kapasitas 50 gigawatt (GW) dalam 10-20 ke depan. Sebab, katanya, potensi energi surya di Indonesia cukup besar.

“Kami mengusulkan pembangunan 50 GW PLTS dalam 10-20 ke depan, dengan pengadaan bertahap. Yakni, 2-5 GW per tahun. Saat ini di dunia, terjadi “glut” and solar modul yang ditandai dengan agressivitas produk China dalam menawarkan harga yang sangat kompetitif,” ujar Eddie dalam webinar bertajuk Koridor Interkoneksi Gigawatt Sumba-Jawa yang diadakan Kamis (8/10).

Webinar ini digelar oleh oleh Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI), PT PLN (Persero), UGM, dan ITB. Eddie Widiono sendiri merupakan pendiri dan ketua dewan pembina PJCI. Eddie mengatakan, Indonesia harus bisa mengambil peluang untuk mengakselerasi energi baru terbarukan (EBT) sambil merencakan proyek skala besar baik jangka menengah maupun jangka panjang.

“Pengadaan yang transparan dan bertahap disertai keharusan meningkatkan TKDN (dalam komponen PLTS). Tingkat komponen dalam negeri ini harus diprioritaskan dan jadi perhatian bersama,” katanya.

Rencana interkoneksi Sumba-Jawa menjadi perhatian beragam kalangan. Selain karena Sumba merupakan destinasi wisata yang diburu pelancong, juga karena Sumba memiliki potensi pembangkit listrik tenaga surya. Sumba Solar Supergrid diharapkan menjadi solusi untuk menambahkan pasokan listrik bersih dan terbarukan di pusat-pusat beban di Indonesia, sekaligus mengalirkan listrik ke wilayah-wilayah yang dapat tumbuh pesat sebagai pusat perekonomian dan menjadi pusat-pusat beban baru.

Webinar ini menghadirkan 4 pakar dan praktisi kelas dunia sebagai pembicara. Yaitu, Dr. Roni Irnawan, Dr. Ferry Viawan, Prof. Pekik A. Dahono dan Djoko R. Abumanan. Ketua dewan pakar PJCI dan tokoh energi nasional, Dr. Tumiran, menjadi penanggap pada acara ini. Dalam kesempatan ini. Dr Roni Irnawan membahas tentang teknologi transmisi dengan tegangan tinggi arus searah (HVDC). Teknologi ini merupakan salah satu pilihan teknologi yang dapat digunakan untuk membangun koridor transmisi tenaga listrik jarak jauh. Selain tentang prinsip kerja HVDC, contoh penggunaan HVDC di Eropa dipaparkan sebagai gambaran penerapannya di Indonesia. (pin).


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button