NEWS
Trending

Masih Dikaji, Skema Batas Atas dan Batas Bawah Harga Batu Bara

Masih Dikaji, Skema Batas Atas dan Batas Bawah Harga Batu Bara
Listrik Indonesia | Penetapan harga batu bara untuk kebutuhan dalam negeri (DMO/Domestic Market Obligation) masih tahap pengkajian, skema batas atas dan  batas bawah masih perlu pembahasan mendalam.

Direktur Pengadaan Strategis PT PLN (Persero), Supangkat Iwan Santoso mengatakan, untuk harga batu bara menggunakan skema batas atas dan batas bawah belum dapat dipastikan menjadi perhitungan sebagai acuan perhitungan penetapan harga batu bara DMO oleh pemerintah. Skema tersebut  berdasarkan hasil pembahasan antara PLN dan pemerintah dengan tujuan agar dapat mengakomodir semua pihak.

“Sampai saat ini skema batas ata dan batas bawah masih didiskusikan, dan bisa menjadi alternatif,” katanya.

Kebutuhan PLN akan batu bara untuk pembangkit listrik terus meningkat, pada 2017 saja kebutuhannya mencapai 85 juta MT, diperkirakan pada 2018 bisa mencapai lebih 89 juta MT. Kenaikan saat ini karena pembangkit listrik masih didominasi oleh batu bara. Diasumsikan batas bawah US$60 per ton, HBA US$ 40 per ton, dan dan batas atas US$60 per ton, HBA US$80 ton.

Sedangkan Asosiasi Pertambangan Batu bara Indonesia (APBI) mengusulkan  harga batu bara untuk pembangkit listrik yang menggunakan batu bara sebesar US$85 per ton. APBI juga menilai sulit untuk menetapka  satu harga khusus batu bara untuk pembangkit listrik, hal ini dikarenakan karakteristik yang berbeda dari setiap tambang, terlebih dalam jumlah produksi.

“Polemik harga batu bara harus dibahas secara detail, karakter tambang yang berbeda-beda menyebabkan ongkos produksi rentang yang cukup jauh,”pungkas Direktur Eksekutif APBI, Hendra Sinadia. (GC)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button