AGENDA NEWS
Trending

Memperingati Hari Pertambangan dan Energi Nasional ke-76, DEN Sukses Menggelar Serangkaian Webinar Nasional

Memperingati Hari Pertambangan dan Energi Nasional ke-76, DEN Sukses Menggelar Serangkaian Webinar Nasional
Sekretaris Jenderal DEN, Djoko Siswanto saat memberikan sambutan dalam acara Webinar Transisi Energi Menuju Net Zero Emission : Tantangan Ketahanan Energi dan Transformasi Sektor.

Listrik Indonesia | Dalam rangka memperingati hari pertambangan dan Energi Nasional ke-76 dan bagian dari pelaksanaan Program Kerja DEN 2021-2025. Dewan Energi Nasional (DEN) bekerja sama dengan Listrik Indonesia serangkaian kegiatan Webinar Nasional. Acara tersebut bertujuan membantu menyusun Peta Jalan Transisi Energi jangka panjang yang hasilnya diharapkan menjadi bahan masukan Reviu KEN dan RUEN serta Dokumen Long-term Strategy on Low Carbon and Climate Resilience (LTS-LCCR) 2050 menuju net zero emission atau 2060 sooner, sebagai upaya memenuhi mandat Paris Agreement.

Webinar Potensi Sumber Daya Migas Dan Panas Bumi Sebagai Penyangga Energi Masa Depan

Diawali pada Rabu, (11/8/2021), DEN dan Majalah Listrik Indonesia mengadakan webinar bertajuk Potensi Sumber Daya Migas dan Panas Bumi sebagai Penyangga Energi Masa Depan dengan narasumber Anggota DEN Satya Widya Yudha, Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono, dan Komisaris Utama PLN Amien Sunaryadi.

Dalam Webinar itu, Sekretaris Jenderal DEN Djoko Siswanto menyampaikan bahwa Kebijakan Energi Nasional (KEN) dan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) mencantumkan energi fosil dan energi baru terbarukan (EBT) dalam target energy mix, saat ini capaian EBT masih 11,2% dari target tahun 2025 sebesar 23%.

“Untuk itu perlu kita gali upaya-upaya untuk meningkatkan produksi migas kita, pada saat yang bersamaan kita juga harus meningkatkan pemanfaatan EBT kita”, tambah Djoko.

Dilanjutkan dengan para pembicara Satya Widya Yudha menyampaikan tentang “kebijakan pengelolaan Migas dan panas bumi di Indonesia”. Kemudian, dilanjutkan oleh Eko Budi Lelono memaparkan tenang “Potensi Migas dan panas bumi di Indonesia”. Terakhir, tema “Eksplorasi Migas dan panas bumi di Indonesia” disampaikan oleh Amien Sunaryadi.

Acara tersebut pula dihadiri oleh para penanggap yang ahli dibidang Migas dan panas bumi di anatarannya Direktur Utama PT Geo Dipa Energi (Persero) Riki F Ibrahim, Anggota DEN Musri, dan Anggota DEN lainnya Herman Darnel Ibrahim.

Sosialisasi RUU EBT

Acara berlanjut pada 24-September-2021, DEN menyelenggarakan Sosialisai Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan (EBT) secara konferensi video dengan pembicara Anggota DEN Herman Darnel Ibrahim, Ketua Komisi VII DPR-RI Sugeng Suparwoto, Direktur Panas Bumi Ditjen EBTKE Harris Yahya dan Direktur Mega Proyek & Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero) Wiluyo Kusdwiharto.

Ketua Komisi VII Sugeng Suparwoto menyampaikan bahwa UU EBT menjadi program legislasi nasional (prolegnas) tahun 2021. RUU EBT telah memasuki tahap akhir dan draft RUU telah masuk ke badan legislasi DPR untuk diharmonisasikan sebagaimana undang-undang dan selanjutnya akan dirapatkan ke badan musyawarah untuk diparipurnakan dalam waktu dekat menjadi draft RUU versi legislatif DPR. Nantinya akan dikirim ke pemerintah untuk dibahas bersama dengan Kementerian yang terlibat.

“Energi fosil saat ini sudah sangat terbatas, konsumsi energi akan terus naik apabila tidak dikendalikan. Kita masih import bahan bakar minyak (BBM) 97 juta barel dan ini sangat mempengaruhi defisit neraca perdagangan negara kita. Energi fosil harus kita siasati sedemikian rupa agar kita tetap handal sebagai energi,” ujar Sugeng Suparwoto.

Lebih lanjut ia mengatakan, EBT bukanlah pilihan tetapi keharusan, mengingat energi fosil kita sudah sangat terbatas. Gas negara masih cukup melimpah dengan pembangunan infrastruktur yang memadai, maka gas tampaknya akan menjadi sumber energi setidaknya 17 sampai 30 tahun kedepan. Diharapkan dengan UU EBT ini, EBT dapat berkembang dan secara bertahap mengurangi peran energi fosil yang sekarang masih dominan, di dalamnya juga diatur energi nuklir dan non nuklir yang sampai sekarang masih menjadi perdebatan.

Dalam sambutannya, Sekjen DEN Djoko Siswanto mengatakan, RUU EBT menjadi instrument penting untuk Indonesia menuju transisi, dalam rangka transisi energi menuju net zero emission yang sudah dicanangkan oleh Bapak Presiden melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) sebagai focal point yaitu di tahun 2060. Direncanakan undang-undang EBT (UU EBT) dapat diselesaikan oleh Komisi VII DPR-RI pada tahun ini. Di samping itu, Presiden juga menyetujui Paris Agreement dengan target penurunan emisi gas rumah kaca.

Webinar Transisi Energi MEnuju Net Zero Emission : Tantangan Ketahanan Energi dan Transformasi Sektor

Puncak acara dalam rangka memperingati Hari Pertambangan dan Energi Nasional ke-76, DEN bersama Listrik Indonesia menggelar Webinar nasinal berkonsep hybrid bertajuk Transisi Energi Menuju Net Zero Emission : Tantangan Ketahanan Energi dan Transformasi Sektor.

Webinar yang berlangsung sekitar 4,5 jam ini, mengadirkan tujuh pembicara yang mewakili berbagai Kementerian antara lain; APK DEN Kalangan Industri, Satya Widya Yudha membawakan tema “Transisi energi menuju pembangunan rendah karbon dan ketahanan energi”.  APK DEN Kalangan Industri, Herman Darnel Ibrahim mengulas tentang “Perspektif batu bara dalam transisi energi menuju net zero emission”. Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Kemterian Perindustrian, Herman Supriadi mengusung tema “Transformasi dekarbonisasi dan digitalisasi sektor industri menuju net zero emission”.

Kemudian paparan webinar dlanjutkan oleh Direktur Mitigasi Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Emma Rachmawati mengulas “Penerapan nilai ekonomi karbon/carbon pricing untuk dukungan pendanaan rencana aksi mitigasi sektor energi”. Direktur Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Luh Nyoman Puspa Dewi menyampaikan tema “EBT dan konservasi energi dalam transisi energi menuju net zero emission”. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi dengan lugas menpaikan tema “Transformasi dekarbonisasi sektor transportasi menuju net zero emission”. Pembicara terakhir, Direktur Sumber Daya Energi, Mineral dan Pertambangan, Bappenas, Yahya Rachmana Hidayat mengusung tema “Program Pembangunan Nasional Berbasis Energi Rendah Karbon dan Teknologi Bersih”.

Dalam Webinar ini turut megundang Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Keynote Speech, Menteri Energi dn Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif pemberi sambutan yang dwakili oleh Sekretaris Jenderal DEN Djoko Siswanto, Deputi Kemaritiman & SDA Bappenas, Arifin Rudiyanto Keynote Speech, dan Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Laksmi Dhewanthi. Hadir juga para penanggap seperti Retno dan Ucok Siagian Peneliti Pusat Kebijakan Energi ITB, Widodo Santoso Ketua Asosiasi Semen Indonesia, dan Bambang Brodjonegor manta Menteri Riset dan Teknologi Indonesia.

Dalam sambutannya, Sekjen DEN Djoko Siswnanto mengutarakan, kegiatan Webinar diselenggarakan dalam rangka turut menyemarakkan Hari Pertambangan dan Energi ke-76 dan bagian dari pelaksanaan Program Kerja DEN 2021-2025 khususnya terkait Penyusunan Peta Jalan Transisi Energi jangka panjang yang hasilnya diharapkan menjadi bahan masukan Reviu KEN dan RUEN serta Dokumen Long-term Strategy on Low Carbon and Climate Resilience (LTS-LCCR) 2050 menuju net zero emission atau 2060 sooner, sebagai upaya memenuhi mandat Paris Agreement.

Ia menjelaskan, tren arah kebijakan baik global dan nasional saat ini adalah menuju pembangunan rendah karbon dan energi bersih di tahun 2030. Pemerintah Indonesia berkomitmen mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya SDGs 7 (affordable and clean energy) dan SDGs 13 (climate action). Sekaligus menerapkan Nationally Determined Contribution (NDC) guna mengatasi perubahan iklim yang telah diputuskan melalui Paris Agreement.

“Untuk itu perlu ada penetapan standar dan regulasi yang lebih memadai terkait perubahan lingkungan strategis, sosial dan ekonomi serta tata kelola. Terdapat sejumlah perubahan kebijakan pada Kementerian dan Lembaga terkait yang perlu dilakukan guna mewujudkan transisi energi menuju net zero emission sekaligus ketahanan energi nasional. Hasil Webinar diharapkan dapat memberikan solusi dalam mengatasi hal tersebut sehingga transisi energi dapat diakselerasi,” ujar Djoko siswanto.

Dalam tiga rangkaian acara tersebut turut disukseskan oleh Rektor IT-PLN sekaligus Guru Besar Universitas Indonesia, Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa Mulyana K., M.T. bertindak sebagai Moderator dan pada webinar puncak master of ceremonies diisi oleh Erry dan sambutan pentup oleh KEpala Biro Fasilitasi Kebijakan Energi dan Persidangan DEN Yunus Saefulhak. Semoga rangkaian acara ini membawa bermanfaat dan menambah semagat dalam mewujudkan transisi energi menuju net zero emission seperti tagline Hari Pertambangan dan Energi Nasional ke-76 “Energi Tumbuh, Energi Tangguh”. Acara Webinar Nasional ini dapat ditonton di kanal Youtube Dewan Energi Nasional dan Listrik Indonesia.

 

 

 

 

 

 


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button