NEWS PROFILE
Trending

Menepis Stereotipe Tentang Nuklir

 

Listrik Indonesia | ‘Nuklir’ memang masih menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian besar masyarakat. Awam melihat nuklir sebagai pembangkit listrik dirasa belum perlu, pasalnya masih ada pembangkit listrik  lainnya yang dinilai masih aman ketimbang nuklir.

Menepis stereotipe itu, Ketua Umum Masyarakat Energi Baru Nuklir Indonesia (MEBNI), Arnold Soetrisnanto mengatakan, seiring perkembangan teknologi nuklir. Pada dasarnya nuklir tak bisa dipisahkan dengan kehdupan sehari-hari, nuklir dapat digunakan untuk sektor energi, pertanian, medis, bahkan industri.

 

Pria yang pernah menjabat Kepala Pusat BATAN ini menjelaskan, energi nuklir merupakan energi yang terbarukan dan memiliki masa penggunaan yang lebih lama dibandingkan dengan energi bahan baku fosil. Energi nuklir juga tidak berbasis sumber daya alam, tetapi berbasis teknologi dan kemampuan umat manusianya.

 

PLTN memiliki banyak kelebihan, masa waktunya operasinya lama lebih dari pembangkit fosil maupun energi terbarukan lainnya. Selain itu emisi karbonnya sangat rendah, most reliable energy source, penggunaan lahan yang sedikit relative affordable.

 

“Pembangunan PLTN memang membutuhkan biaya yang besar di awal. Penanganan hasil limbahnya cukup lama. Tetapi dengan adanya teknologi generasi ke-IV ini, risikorisiko seperti kebocoran ataupun lainnya sangat minim terjadi, bahkan sampai detik ini tekonologi ke generasi ke-IV belum ada kasus yang terjadi,”jelas Arnold mengutip Majalah Listrik Indonesia edisi 88.

 

"Nuklir itu tantangannya bukan pada teknologi, SDM, infrastruktur, tetapi tantangannya lebih kepada masalah sosial-politik," katanya.

 

Arnold menyebut, salah satu jenis teknologi PLTN itu adalah molten salt reactors (MSR). Pengembangan teknologi MSR ini dinilai aman dan lebih ekonomis, jika diterapkan di Indonesia. Bahwa teknologi molten salt reactors menggunakan torium sebagai bahan bakar utama dan bahan bakar torium lebih besar potensinya, dibandingkan uranium.


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button