Renewable Energy ENERGY PRIMER NEWS
Trending

Mengenal Program Studi Teknik Bioenergi dan Kemurgi ITB

Mengenal Program Studi Teknik Bioenergi dan Kemurgi ITB
Ilustrasi: Teknik bioenergi dan kemurgi [Foto: itb.ac.id - LISTRIK INDONESIA]

Listrik Indonesia - Institut Teknologi Bandung (ITB) meluncurkan beberapa program studi (prodi) baru pada 2018. Beberapa program studi itu pengembangan prodi yang sudah mapan (mainstream), sebagian lainnya baru sama sekali. 

Salah satu di antara prodi baru dimaksud adalah Program Studi Teknik Bioenergi dan Kemurgi. Ia prodi engineering yang serumpun dengan Teknik Kimia. 

Program Studi Teknik Bioenergi dan Kemurgi dikembangkan untuk ikut serta menanggulangi isu-isu nasional dan mempersiapkan bangsa menghadapi persaingan global. 

Prodi ini ditargetkan melahirkan sumber daya insani yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan di bidang pengolahan teknologi bioenergi dan Kemurgi. Mereka mumpuni dalam menformulasikan pemrosesan dan pengolahan bahan nabati menjadi bahan non-pangan skala industri.

Alumninya diarahkan piawai menemukan solusi permasalahan bidang terkait, sehingga berpartisipasi sebagai ujung tombak mewujudkan Indonesia menuju sistem bio-based economy.


Awal Keilmuan 

Bioenergi adalah energi yang diperoleh dari sumber daya nabati. Bioetanol generasi 1 dan 2, biodiesel generasi 1, biogas, jet biofuel atau bioavtur adalah beberapa bentukan bioenergi. 

BACA JUGA: Mojang Priangan Ini Jadi Perempuan Berpengaruh Sejagat

Sedangkan produk kemurgi diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, antara lain alkohol industri dan pangan, plastik biodegradable, barang-barang berkaret, minyak atsiri, produk hasil fermentasi, dan masih banyak lagi. Intinya, produk tersebut tidak bisa dikonsumsi, telah melalui proses kimia, dan berasal dari tanaman. 

Tujuan kemurgi memang produksi non-pangan dan bioenergi yang berasal dari biomassa atau bahan-bahan terbarukan hasil budidaya alam.


Cakupan Keilmuan 

Memproses bahan nabati menjadi biofuel, bioethanol, biobuthanol, dan lain-lain adalah fokus utama perkuliahan di prodi ini. 

Mahasiswa akrab dengan proses ekstraksi bioelastomer pada industri karet, biopolimer di industri plastik, tekstil, dan kertas, atau minyak atsiri dalam industri wangi-wangian dan makanan. 

BACA JUGA: Kebijakan EBT di Indonesia Dinilai Masih Tumpang Tindih

Pada industri pangan, keahlian lulusan Teknik Bioenergi dan Kemurgi juga dibutuhkan --seperti pada produksi alkohol melalui proses fermentasi, yang juga dibutuhkan dalam industri farmasi.

Menjadi mahasiswa Teknik Bioenergi dan Kemurgi berarti belajar tentang mekanika fluida, penggunaan prinsip termodinamika, operasi perpindahan kalor untuk mengolah suatu bahan menjadi produk bernilai ekonomi, memodelkan suatu permasalahan menjadi bahasa matematika, hingga pengolahan kimiawi mikroba, alga, maupun tumbuhan berkayu dan tak berkayu untuk memperoleh komposisi zat yang diinginkan. 

Mahasiswa juga akan mendalami cara merancang dan mengoperasikan pabrik supaya berfungsi maksimal. Bahkan akan terlibat dalam analisis ekonomi pasar. Lengkap, mulai fisika, matematika, biologi, kimia, hingga ekonomi menjadi santapan mahasiswanya.

Karenanya, potensi lulusan Bioenergi dan Kemurgi untuk bekerja pada berbagai profesi cukup besar. Pengetahuan ekonomi dan sains dapat mengantarkan lulusan menjadi pebisnis andal di bidang pengolahan nabati. 

Singkatnya, milenial yang mendalami salah satu ranting seputar energi tidak bakal rugi. Apalagi berada di ITB, salah satu kampus teknik terbaik di Indonesia. (RE)


 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button