NEWS Innovation POWER TECH
Trending

Menggagas Penerapan Teknologi 5G di Pembangkit Listrik

Menggagas Penerapan Teknologi 5G di Pembangkit Listrik
Konektivitas jaringan transmisi listrik. Jutaan manusia menggantungkan nasib pada keandalan sistemnya [Foto: powermag.com - LISTRIK INDONESIA]

Listrik Indonesia - Industri tenaga listrik senantiasa mencari jalan meningkatkan efisiensi dan keandalan. Terlebih di tengah arus tuntutan pembangkit yang ramah lingkungan.

Penemuan dan pemanfaatan sumber energi baru terbarukan (EBT) belakangan ini tetap saja perlu memenuhi tuntutan hadirnya pembangkit yang efisien dan andal. Wajar saja sebab sumber daya EBT sekalipun berasal dari perut bumi atau alam yang terbatas.

Laiq Ahmad, Chief Technology Officer GE Digital, menulis di Powermag, teknologi nirkabel generasi kelima (5G) merupakan solusi yang membantu mengatrol utulitas pembangkit.

Penerapan perangkat lunak industrial internet of things (IIoT) merupakan keniscayaan yang perlu dilakukan. Terlebih oleh negara berpenduduk rakrasa yang membutuhkan pasokan tenaga istrik yang tidak sedikit. 

Begitu pula negara yang berencana menjadikan tenaga listrik sebagai komoditas ekspor.

BACA JUGA: 12 Teknologi Kelistrikan Menjawab Tantangan Masa Depan

Direktur Operasi I PT Hutama Karya (Persero) Novias Nurendra mengemukakan wacana ekspor tenaga listrik itu saat menjadi pembicara pada HK Expert Talk seri pertama, yang bertema 'Game Changers In Energy Sector: Melihat Masa Depan Energi Indonesia dan Kontribusinya terhadap Perekonomian Nasional' pada akhir Maret lalu.

Peluncuran 5G telah memosisikan teknologi ini sebagai penerus 4G LTE (long term evolution). Kemanfaatan aplikasi 5G jauh melampaui teknologi ponsel cerdas. 

Teknologi 5G pada dasarnya bentuk komunikasi digital nirkabel yang sepenuhnya memungkinkan transmisi informasi tanpa batas dari satu perangkat atau entitas ke perangkat lain.  

Teknologi ini di industri hiburan memungkinkan streaming feed yang lebih cepat yang menawarkan pengalaman asyik melalui, antara lain, augmented reality (AR) dan virtual reality (VR).

Di lingkup IIoT, ketika dipadukan misalnya dengan teknologi kecerdasan buatan (AI), 5G memungkinkan konektivitas yang lebih besar dan analisis data industri yang lebih cepat.



Bekerja Cerdas, Bukan Keras

Sistem industri yang lebih terhubung menguntungkan seluruh staf dan pekerja di lapangan. Peningkatan konektivitas dan akses ke data, membuat keputusan atas berbagai lini kegiatan lebih maksimal. 

Pada dasarnya, karyawan harus belajar membuat keputusan berdasar data. Pekerja harus menjalankan semua tugasnya berdasar identifikasi masalah yang tepar dan dalam sebuah kesisteman. 

Di luar keterampilan teknis, seperti AI, pembelajaran mesin, dan cloud memungkinkan penyelesaian setiap masalah dilakukan secara cepat. Pekerja harus memiliki pemahaman tentang keamanan dan keandalan, dan tahu cara melindungi jaringan mereka.


Masa Depan 5G

Implementasi 5G di pembangkit yang mulus, dan teknologi transformatif lainnya seperti AI, memang tidak akan terjadi dalam semalam. 

BACA JUGA: Film 'Alva Edison': Ilmuwan Berjuang Temukan Teknologi Listrik Murah

Saat 5G diimplementasikan dalam sistem utilitas, teknoligi ini menjadi solusi yang lebih hemat biaya. Konektivitas dalam jaringan skala besar dapat diwujudkan. 

Proses mengumpulkan poin data untuk disajikan kepada pembuat keputusan menciptakan budaya inovasi. Pada saatnya pula, peningkatan utilitas memungkinkan pelayanan yang semakin maksimal kepada konsumen. 

Siapkah seluruh pemangku kepentingan di PLN (Perusahaan Listrik Negara) dan pelaku pembangkit swasta di Indonesia memakai teknologi 5G di semua lini area aktivitasnya? (RE)


 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button