NEWS
Trending

Menteri Bahlil: Asing Kalau Mau Investasi di Indonesia Harus di Sektor Hilir

Listrik Indonesia | Menteri Investasi Bahlil Lahadalia hari ini mengumumkan bahwa investasi dari China terus mengalir ke Indonesia dengan momentum yang semakin meningkat.

Bahlil mengungkapkan bahwa investasi dari China telah berkontribusi secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah melihat arus investasi yang besar dari perusahaan-perusahaan China yang tertarik untuk memanfaatkan potensi ekonomi dan pertumbuhan yang pesat di negara ini.

Salah satu sektor yang menjadi fokus utama investasi China adalah infrastruktur. Bahlil mengatakan bahwa China telah berinvestasi dalam proyek-proyek pembangunan infrastruktur yang meliputi jalan raya, jembatan, pelabuhan, dan bandara di berbagai wilayah di Indonesia. Investasi ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi langsung, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia.

Bahlil juga menyoroti bahwa investasi China tidak hanya terbatas pada sektor-sektor tersebut. China juga berinvestasi dalam sektor manufaktur, teknologi informasi, pertanian, pariwisata, dan sektor keuangan.

"Investasi Asing kita dorong ke arah hilirisasi. Presiden sudah memutuskan untuk hilirisasi 21 sekto komoditas unggulan dengan nilai investasi 545,3 miliar dollar AS hingga 2040. Ini menjadi prasyarat untuk Indonesia menjadi negara maju ke depan dan GDP nomor lima di dunia,"tegas Bahlil dalam acara Indonesia-China Smart City 2023 di Shangri-la, Jakarta. Rabu, (24/5/2023).

Dalam paparannya, investasi China ke Indonesia berada di peringkat 2 setelah Singapura. Indonesia berkomitmen untuk mendorong investasi asing, Ia menyatakan bahwa kerja sama dan investasi yang kuat antara Indonesia dan China akan membawa manfaat jangka panjang bagi kedua negara, serta meningkatkan hubungan bilateral yang erat antara kedua negara tersebut.

"Kalau mau izin investasi langsung ke Kantor Kementerian Investasi, jangan ke tempat lain nanti investornya bisa ditipu makelar,"ujarnya.

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button