Activity CORPORATION NEWS
Trending

Menteri ESDM 'Sentil' Pertamina EP, Produksi Belum Capai Target

Menteri ESDM 'Sentil' Pertamina EP, Produksi Belum Capai Target
Menteri ESDM Arifin Tasrif [Foto: Ridwan Ewako - LISTRIK INDONESIA]

Listrik Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ArifinTasrif "menyindir" Pertamina EP yang realisasi produksinya masih di bawah target.

Dalam pembahasan maraton mengenai kondisi tersebut, Kementerian ESDM telah menerima laporan seputar penyebab penurunan produksi.  

“Untuk menyelesaikan masalahnya, seluruh pimpinan dan pegawai Pertamina EP agar kerja keras mencari solusi untuk segera meningkatkan aktivitas pemboran, work over dan well service, ataupun melakukan langkah terobosan untuk menaikkan produksi,” tandas Menteri ESDM Arifin Tasrif saat memberi arahan secara virtual pada Focus Group Discussion (FGD) Pencapaian Produksi dan Lifting Tahun 2021, Selasa, 6 April 2021.

BACA JUGA: Pertamina Optimistis Capai Kinerja Positif di 2021

FGD dalam rangka memburu target no production decline pada 2021 ini diikuti jajaran Kementerian ESDM, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

Ketiga pihak dimaksud menyusun strategi guna mempercepat realisasi komitmen KKKS sekaligus mencapai target pemasukan devisa negara sesuai APBN 2021, melalui terobosan percepatan produksi.

Terkait pengelolaan produksi di wilayah-wilayah kerja utama, Arifin juga secara khusus melontarkan "sentilan" kepada KKKS Chevron Pacific Indonesia dan Pertamina Hulu Rokan dalam hal transisi Blok Rokan yang perlu dikelola secara baik. 

Chevron dan Pertamina seharusnya bahu-membahu secara maksimal mendiskusikan dan menyelesaikan berbagai proses pengalihan Blok Rokan.

Sementara khusus Lapangan Banyu Urip, yang saat ini produksinya turun lebih cepat dari waktu yang diperkirakan, Arifin mengimbau Mobil Cepu Ltd. agar mengatasi hal ini. KKKS ini diketahui luas memiliki teknologi dan sumber daya manusia (SDM) andal.

"Segera cari solusinya sehingga penurunan produksi dapat diundurkan kembali. Potensi wilayah kerja (Banyu Urip) masih ada, sehingga usaha keras layak untuk dilaksanakan,” kata Arifin.

Ditambahkan, jajaran SKK Migas dan KKKS perlu berupaya lebih keras agar selisih produksi dan lifting 2021 dapat terpenuhi. 

BACA JUGA: Pertamina Siap Hadapi Tantangan Bisnis Melalui ‘Energi Baru’

“Realisasi kegiatan pemboran dan proyek yang dicanangkan untuk menambah produksi 2021 merupakan ujung tombak peningkatan produksi jangka pendek,” tutur Menteri ESDM.

Tak semua KKKS mendapat kritis pedas Arifin. Dia, misalnya, memberikan apresiasi kepada KKKS Seleraya Merangin Dua yang berhasil merealisasi pembahasan dan persetujuan Plan of Development (POD) dalam empat bulan. 

“Terobosan yang sudah baik ini patut dipertahankan dan diaplikasikan pada saat melaksanakan kegiatan pengembangan lapangan-lapangan lain," Arifin menambahkan. (RE)


 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button