Ceremony AGENDA Fossil Fuel ENERGY PRIMER NEWS
Trending

Menteri ESDM : Sepanjang 2020, Pertamina Sukses Wujudkan BBM Satu Harga di 83 Lokasi

Menteri ESDM : Sepanjang 2020, Pertamina Sukses Wujudkan BBM Satu Harga di 83 Lokasi
Listrik Indonesia | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengadakan Konferensi Pers Capaian Kinerja Sektor ESDM Tahun 2020 dan Rencana Kerja Tahun 2021 secara virtual di Jakarta, pada Kamis, 7 Januari 2020. Dalam kesempatan itu dipaparkan kinerja yang berhasil dilakukan sepanjang tahun 2020, termasuk program BBM Satu Harga yang dijalankan Pertamina.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengungkapkan bahwa mencatat realisasi program BBM satu harga telah terwujud di 83 lokasi di seluruh Indonesia di 2020. Sampai tahun 2020, sudah terealisasi 253 lokasi (lembaga penyalur) program BBM Satu Harga. Secara rinci, program ini terealisasi di 90 lokasi di Maluku dan Papua.

Sebelum adanya program ini, harga BBM tercatat berkisar antara Rp 12.000-Rp 100.000 per liter. Di NTT dan NTB terealisasi di 38 lokasi dengan harga sebelumnya, Rp 8.000-Rp 9.000 per liter. Di Sulawesi terealisasi di 22 lokasi dengan harga sebelumnya Rp 8.500-Rp 25.000 per liter. Sementara di Kalimantan 52 lokasi dengan harga sebelumnya Rp 8.000-Rp 25.000 per liter. Di Sumatera di 46 lokasi dengan harga sebelumnya Rp 8.000-Rp 9.000 per liter.

Sedangkan di wilayah Jawa dan Madura ada di 3 lokasi yang harga sebelumnya Rp 8.000-Rp 10.000 per liter dan Bali terealisasi di 2 lokasi dengan harga sebelumnya Rp 8.000-Rp 10.000 per liter. Kini, harga BBM jenis premium dijual Rp 6.450 per liter dan solar Rp 5.150 per liter.

Melihat perkembangan BBM Satu Harga pada tahun 2017 program ini terlaksana di 57 lokasi. Tahun 2018 terlaksana di 74 lokasi dan tahun 2019 terlaksana di 39 lokasi. "Tahun 2021 targetnya di 76 lokasi sehingga sampai akhir tahun 2024 menjadi 500 lokasi," ucap Arifin.

Selain itu, Arifin memaparkan bahwa pemerintah terus menggencarkan proyek gasifikasi atau mengolah batu bara kalori rendah menjadi Dimethyl Ether (DME) yang nantinya bisa digunakan untuk substitusi Liquefied Petroleum Gas (LPG). Bila proyek tersebut berkembang akan menekan angka impor LPG.

Pertamina sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) turut mendukung dan mewujudkan berbagai program pemerintah dalam mewujudkan kemandirian energi nasional di Indonesia. (Cr)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button