NEWS
Trending

Menteri Jonan Perkenalkan Rumah Listrik Tenaga Surya di Monas

Menteri Jonan Perkenalkan Rumah Listrik Tenaga Surya di Monas
Listrik Indonesia - Jakarta | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengadakan jalan sehat sekaligus mengenalkan rumah listrik surya atap kepada masyarakat. Dengan adanya rumah listrik ini, masyarakat diminta untuk memilih listrik tenaga surya karena ramah lingkungan, sekaligus bisa dipakai dalam jangka panjang.

Menteri ESDM Ignasius Jonan menjelaskan, mock-up rumah listrik surya itu dipamerkan di Monas dan memiliki tipe 36, daya listrik 5 kWp, inverter 5,5 kWp, serta jaringan listrik PLN daya 7.700 Watt. Di bagian atap rumah minimalis itu, tampak panel-panel surya untuk menghasilkan tenaga listrik.

Rumah itu menampilkan berbagai peralatan terkait penggunaan listrik surya atap, seperti kompor listrik untuk memasak dengan tenaga surya, dan berbagai kelengkapan listrik rumah tangga seperti lampu surya, dan kendaraan listrik yang di-charge. Mobil listrik dinilai lebih hemat 50 persen dibanding mobil BBM.

"Energi bersih untuk kelistrikan dan kendaraan saya kira daya dorongnya akan besar, karena generasi muda mendukung dan mendorong energi yang lebih bersih," ujar Jonan yang ditemani Plt Dirut PLN Djoko Abumanan, di sela-sela Kampanye Pengunaan Listrik Tenaga Surya di Monas, Jakarta, Minggu (28/7).

Sementara itu, GM PLN UID Jakarta Raya, M.Ikhsan Asaad menambahkan, saat ini sekitar 400 pelanggan PLN UID Jakarta Raya sudah menggunakan solar rooftop dan akan bertambah terus seiring dengan harga yang semakin murah.

“Kami tidak perlu terlalu khawatir dengan semakin banyaknya pelanggan PLN yang menggunakan solar rooftop, justru ini jadi peluang untuk masuk ke bisnis solar rooftop dengan Total Electricity Solution dari PLN UID Jakarta,” jelas M. Ikhsan Asaad.

Acara bertajuk Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap (GNSSA) ini dimotori oleh pemerintah bersama Asosiasi Produsen Modul Surya Indonesia (Apamsi), Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI), dan Penggunaan Listrik Surya Atap (PLSA).

Gerakan ini menargetkan peningkatan persebaran Energi Terbarukan dari 5 persen pada 2015 menjadi 23 persen pada 2025. Dari target 23 persen itu, proyeksi Pembangkit Listrik Tenaga Surya sebesar 6,5 GWp.

Visi ini juga bentuk dukungan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan ancaman perubahan iklim, serta bentuk komitmen Indonesia terhadap Paris Agreement untuk melindungi lingkungan dan upaya mencapai tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). (DH)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button