Renewable Energy ENERGY PRIMER NEWS
Trending

Mobil Listrik Naik Daun, Tembaga dan Aluminium Laris

Mobil Listrik Naik Daun, Tembaga dan Aluminium Laris
Kabel listrik berbahan baku tembaga [Foto: alibaba.com - LISTRIK INDONESIA]

Listrik Indonesia - Kendaraan listrik --mobil maupun sepeda motor-- dipastikan semakin menjamur pada tahun-tahun mendatang. Tak terkecuali di Indonesia.  

Pemerintah sendiri serius melakukan transisi energi dari bahan bakar fosil ke energi baru terbarukan (EBT). Khususnya di sektor transportasi yang memakai 80 persen konsumsi bahan bakar minyak (BBM) fosil.

Mau tidak mau, industri baterai harus dikembangkan sedemikian rupa agar dapat menopang laju permintaan kendaraan listrik. 

Belum lagi jika dikaitkan dengan perkembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), skala besar maupun rumahan atau personal.

BACA JUGA: Standar Emisi Diperketat, Mobil Listrik Di Eropa Meningkat 3x Lipat

Salah satu material komponen utama baterai, umum mengetahui, adalah nikel. Ternyata, bukan cuma komoditas tambang yang banyak terdapat di Sulawesi ini di baterai.

Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan pada Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Septian Hario Seto mengatakan ada dua komoditas tambang lain yang juga bahan baku baterai dan mobil listrik, yaitu tembaga dan aluminium.

"Tiga komoditas akan berperan signifikan, kebetulan tiga komoditas ini dimiliki Indonesia. Pertama adalah nikel, lalu tembaga dan aluminium," kata Septian kepada pers belum lama ini.

Indonesia patut bersyukur karena sumber daya alamnya tak cuma menyediakan banyak nikel. Bangsa ini juga kaya tembaga dan aluminium.

Septian merinci komoditas nikel digunakan untuk baterai lithium. Semakin banyak nikel yang digunakan maka kandungan energi yang disimpan dalam baterai semakin besar.

Tembaga banyak digunakan untuk wiring (kabel) di mobil listrik. Kandungan tembaga di mobil listrik bisa lima kali lebih tinggi dari mobil biasa.

BACA JUGA: INALUM Mencatat Kinerja Aluminium yang Positif di Tahun 2020

"Dari mobil yang biasa pakai solar, pakai premium jadi lima kali lipat (lebih banyak kabel di mobil listrik). Bisa capai 80-100 kg per mobilnya. Jadi, kalau mau tahu demand copper (permintaan tembaga), hitung saja berapa banyak mobil listrik yang akan terjual," jelasnya.

Lalu, yang terakhir adalah aluminium. Di mobil listrik, aluminium digunakan untuk kerangka. Menurut Septian, meski aluminium ringan, namun kekuatannya cukup bagus.

"Rangka aluminium lebih ringan dan kekuatannya bagus dan bisa tempuh jarak lebih jauh. Tiga hal ini satu tahun terakhir meningkat signifikan," ujar Septian. (RE)


 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button