NEWS
Trending

Optimalisasi Listrik PLN: Tak Hanya BUMN, Swasta Diimbau Tak Bangun Captive Power Plant

Optimalisasi Listrik PLN: Tak Hanya BUMN, Swasta Diimbau Tak Bangun Captive Power Plant

P

emerintah mengimbau agar badan usaha milik negara (BUMN) tidak membangun pembangkit listrik untuk kebutuhan internal perusahaan atau sering disebut dengan captive power plant. Hal itu bertujuan untuk mengoptimalkan daya listrik PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

Selama ini beberapa perusahaan memiliki captive power plant yang didedikasikan untuk menyuplai kebutuhan listrik sendiri, bukan untuk dijual ke PLN. Sebagai contoh, perusahaan skala besar yang membangun pembangkit listrik di sekitar pabrik untuk memenuhi kebutuhan listriknya, sehingga tidak perlu membeli listrik dari PLN.

Namun, ke depan, perusahaan BUMN tidak akan bisa lagi membangun pembangkit listrik secara mandiri. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengarahkan perusahaan-perusahaan BUMN memanfaatkan produksi listrik PLN yang belum terserap optimal.

Penjualan listrik PLN hingga semester I/2020 tumbuh tipis jauh di bawah pertumbuhan penjualan listrik pada semester I/2019. Hal itu disebabkan oleh pandemi Covid-19 yang telah menyebabkan penurunan demand listrik, terutama dari sektor bisnis dan industri.

"Ke depan, perusahaan BUMN tidak akan bisa lagi membangun pembangkit listrik secara mandiri."

BKPM memastikan, ketentuan tersebut sesuai dengan kesepakatan antara pemerintah dan perusahaan-perusahaan BUMN. PLN mengemban untuk penyediaan listrik di berbagai proyek-proyek manapun.

Rizal Calvary, anggota Komite Investasi BKPM, mengatakan bahwa BKPM tidak lagi mengizinkan perusahaan pelat merah yang akan membangun captive power plant. BKPM tak akan mengizinkan kalau ada BUMN yang mau membangun pembangkit sendiri terus pakai sendiri,” kata Rizal, Selasa (21/8).

Rizal menambahkan, perusahaan swasta juga diimbau untuk tidak membangun captive power plant sehingga bisa menggunakan listrik dari PLN. (Zc)

 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button