NEWS
Trending

Pacu Pengembangan Panas Bumi, Geo Dipa Dukung Skema Government Drilling

Pacu Pengembangan Panas Bumi, Geo Dipa Dukung Skema Government Drilling

Listrik Indonesia | Kemajuan industri Geothermal/panas bumi memang masih terbilang lambat, akan tetapi pada masa pandemi beberapa pekerjaan sektor tersebut menunjukan tren positif. Terlebih sejak dicanangkannya program Government Drilling akan menjadi harapan baru bagi pengembang energi terbarukan.

Hal itu disampaikan Riki F Ibrahim, Direktur Utama PT Geo Dipa Energi (Persero), di mana saat ini GeoDipa tengah disibukan oleh beberapa proyek seperti Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) di Dieng dan Patuha kapasitas 2x55 MW. Selanjutnya, GeoDipa juga sedang mengerjakan studi lapangan untuk pengembangan PLTP Dieng unit 3 dan 4.

Lanjut, Riki menyampaikan, dalam kondisi seperti ini Pemerintah memahami betul soal National Nett Benefit dari energi terbarukan, misalkan dengan pemberian insentif, seperti di Kementerian Keuangan memberikan fiscal tool untuk jaminan-jaminan kepada pengembang melalui sejumlah mekanisme yang dianjurkan untuk mendorong energi panas bumi.

Menurutnya, insentif ini untuk mendorong pengembangan panas bumi karena potensi energi ini sangat besar di Indonesia. Ia mengatakan, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan pulau dengan segudang potensi panas bumi dan nantinya akan dilakukan pengeboran di sana.

“Potensi panas bumi dunia, 40 persennya ada di Negeri ini. Kalau Timur tengah surganya Migas, Indonesia surganya panas bumi. Jadi sayang kalau tidak dimanfaatkan secara maksimal. Nah, Pr-nya ialah bagaimana membuka demand-nya,”ujar Riki dalam acara Zooming with Primus. Kamis, (12/11/2020).

Dukung Government Drilling

Sambung Riki mengatakan, penggunaan listrik setiap tahunnya meningkat dan energi terbarukan semakin dibutuhkan. Tentu hal ini akan menemui sejumlah kendala, akan tetapi yang lebih penting ialah mencari solusi agar energi masa depan ini bisa diandalkan.

“Untuk Geothermal memiliki tingkatan suhu panas yang berbeda semua itu bisa dimanfaatkan melalui penerapan teknologi yang sesuai kapasitasnya,”katanya.

Lanjutnya, dalam pemanfaatan panas bumi risiko terbesar adalah eksplorasi, karena itu pemerintah mempunyai program Government Drilling dengan menunjuk Geo Dipa untuk menjalankan program tersebut.

“Geo Dipa sebagai BUMN bukan untuk bersaing dengan swasta, jadi tugas ini untuk megurangi risiko selebihnya swasta boleh mengembangkan. Dengan begitu, investasi panas bumi semakin menarik,”pungkasnya, (Cr)


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button