MEGA PROJECT
Trending

Pacu Produksi Trafo, Trafindo Diversifikasi Pasar

Pacu Produksi Trafo, Trafindo Diversifikasi Pasar
Sumber : Trafindo

Listrik Indonesia | Masa pandemi Covid-19 tak membuat gairah pembangunan khususnya sektor kelistrikan, salah satu yang terkena imbasnya pabrikan trafo yaitu  PT Trafoindo Prima Perkasa (Trafindo). Walhasil, Trafindo membuat langkah bisnis dengan melakukan diversifikasi pasar agar bisa survive pada bisnisnya.

David Cahya Limputra, Vice President Director Trafindo berujar, memang pada masa pandemi saat ini aktivitas industri terbatas, ini memengaruhi permintaan listrik. Di sisi lain, pasokan listrik PLN terbilang surplus. Sangat wajar apabila daya serap peralatan listrik menurun termasuk industri trafo.

“Saya rasa megaproyek akan tetap berjalan, namun prioritasnya agak sedikit dikurangi,”ujarnya.

Hal ini pula yang memengaruhi kinerja distribusi produknya. Ia menjelaskan, penjualan produk trafo Trafindo di sektor kelistrikan ke PT PLN (Persero) sebesar 50 persen dan swasta 50 persen. Adapun produk trafonya antara lain Trafo Oil Based dengan kapasitas produksi per tahun sebanyak 14.000 unit, Trafo Dry 1000 unit, Instrument 50.000 unit, dan Trafo Daya hasil joint venture dengan Siemens sebanya 120 unit per tahun.

Lebih lanjut, David menerangkan, pada Caturwulan I 2020 penjualan  tergolong baik, kemudian penurunan amat terasa pada Caturwulan II periode April-Juni. Penurunan daya serap di tahun ini sebesar 30-50 persen. “Dibanding tahun lalu, tahun ini anjloknya cukup amat terasa,”katanya.

Langkah Bisnis

Produsen trafo distribusi dan produk terkait distribusi daya terbesar di Indonesia, yang berdiri sejak 1981. Tentu memiliki strategi jitu untuk tetap konsisten dan survive pada bisnis ini. Salah satu strateginya Diversifikasi Pasar, di mana Trafindo tak hanya menyuplai produknya ke sektor kelistrikan. Akan tetapi produknya menyasar ke sektor Oil & Gas dan Pertambangan/Mining.

“Dengan kondisi saat ini, kita fokus ke oil & gas dan mining seperti proyek pertamina. Nikel dan emas juga berjalan. Namanya bisnis kita harus bisa banting setir,” Ucapnya.

Trafindo juga diuntungkan oleh anak usahanya yang memproduksi produk kelistrikan untuk beberapa market seperti PT Powerindo Prima Perkasa yang sukses memproduksi SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) sebagai persiapan menuju era kendaraan listrik. “SPKLU sebagai produk terbaru kami. Kami juga mengedepankan lokal konten pada setiap produk rata-rata 40 persen,” jelasnya.

“Kami telah secara konsisten menerapkan teknologi manufaktur terbaru dan solusi teknis untuk mendukung pertumbuhan cepat di negara ini dalam bidang elektrifikasi, urbanisasi, dan digitalisasi,”tambahnya.

Ia pun meyampaikan, tantangan di tengah pandemi yakni membuat cara untuk menghidupkan industri. Secara bisnis trafo merupakan produk yang sudah settle. Dengan begitu, pabrikan harus mempunyai inovasi salah satu inovasi yang dikembangkan customize sesuai permintaan customer.

Dalam memenangi persaingan bisnis tak luput dari pelayanan terbaiknya, untuk setiap produk barunya Trafindo memberikan garansi selama 2 tahun, bahkan dapat diperpanjang sesuai kriteria yang ditentukan.  Trafindo juga menwarkan layanan perawatan hal ini didukung oleh fasilitas workshop yang lengkap dan tenaga ahli yang mumpuni, dan layanan 24 jamnya.

“Kita tidak hanya menawarkan produk tapi juga solusi,” pungkasnya. (Cr)

 


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button