Renewable Energy ENERGY PRIMER
Trending

Pemanfaatan “GREM” Untuk Pengembangan Panas Bumi Belum Optimal

Pemanfaatan “GREM” Untuk Pengembangan Panas Bumi Belum Optimal

Listrik Indonesia | Bank Dunia telah memberi fasilitas pembiayaan untuk pengembangan panas bumi kepada Pemerintah Republik Indonesia untuk proyek GREM (Geothermal Resource Risk Mitigation Facility). Namun, fasilitas yang diberikan dirasa belum dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para pengembang panas bumi dalam negeri.

Dalam acara kelompok diskusi pengembangan panas bumi Indonesia yang dilaksanakan belum lama ini, perwakilan Bank Dunia Jenny Chao menjelaskan fasilitas pembiayaan GREM, proyek ini bertujuan untuk menyediakan fasilitas pembiayaan dan mitigasi risiko atas kegiatan eksplorasi panas bumi, baik yang akan dilakukan oleh pengembang dari sektor BUMN maupun sektor swasta. Fitur khusus GREM adalah tersedianya fasilitas derisking atau skema risk sharing, di mana dalam hal terjadi kegagalan eksplorasi, pengembang tidak sepenuhnya menanggung risiko dan biaya eksplorasi. Bank Dunia telah menyepakati sebesar US$150 juta yang berasal dari IBRD (International Bank for Reconstruction and Development) dan US$40 juta dari dana CTF (Clean Technology Fund).

Ia juga menyampaikan, Indonesia sekarang memiliki 1,9 gigawatt tenaga panas bumi terpasang dan berencana untuk mengembangkan untuk membantu memenuhi target pemerintah energi terbarukan. “Pembiayaan untuk pengeboran eksplorasi telah menjadi salah satu hambatan utama ekspansi panas bumi di Indonesia. Mengatasi rintangan ini akan memungkinkan Indonesia untuk sepenuhnya memanfaatkan potensi panas bumi negara yang besar. Bank Dunia berkomitmen untuk membantu Indonesia mencapai akses universal terhadap listrik sebagai landasan pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan kemakmuran bagi warga negara Indonesia,” ujarnya.

Proyek GREM dilaksanakan melalui mekanisme SLA (Subsidiary Loan Agreement) dari pemerintah kepada BUMN PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) yang sekaligus bertindak sebagai Executing Agency. Selanjutnya PT SMI akan mengelola dan menyalurkan fasilitas GREM kepada para pengembang. Khusus untuk pengembang BUMN (skema SOE drilling) penyaluran berdasarkan penugasan khusus dari Menteri Keuangan, sedangkan untuk pengembang swasta (skema private drilling) penyaluran dilakukan melalui kesepakatan business to business.

Dalam acara diskusi tersebut, Direktur Utama PT Geo Dipa Energi (Persero) Riki F Ibrahim mengajak kepada para pengembang panas bumi baik BUMN dan swasta bisa memanfaatkan fasilitas GREM tersebut demi kemajuan pengembangan panas bumi. Menurutnya, saat ini baru GeoDipa yang sudah memanfaatkan fasilitas tersebut. Alhasil, dalam beberapa tahun ini GeoDipa sukses melakukan ekspansi.

“Pendanaan ini hanya ada di Indonesia, bersyukurlah Pemerintah kita telah membangun pendanaan panas bumi. Tentu semua itu peran PT SMI sebagai Local Multilateral Bank yang sangat penting sekali dalam menjalankan seluruh Pendanaan Infrastruktur di Negara kita,’” jelas Riki

Riki berharap dari diskusi ini, pengembang panas bumi di Indonesia bisa memanfaatkan fasilitas pembiayan ini. Dan bisa menanyakan langsung kepada PT SMI terkait fasilitas GREM.


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button