Renewable Energy ENERGY PRIMER NEWS
Trending

Pembangkit Gencar Gunakan Pelet Biomassa, ESDM: Belum Ada Produsen Secara Komersial

Pembangkit Gencar Gunakan Pelet Biomassa, ESDM: Belum Ada Produsen Secara Komersial
Potensi cofiring biomassa pada PLTU milik PLN bisa meningkatkan bauran energi primer. (foto: net)
Listrik Indonesia | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memastikan belum ada produsen pelet biomassa  atau refuse derived fuel (RDF) dan Solid Recovered Fuel (SRF) secara komersial. Bahkan, RDF Plat yang ada di Cilacap masih dalam tahap komisioning. 

“Tantangan dalam menyusun RSNI bahan bakar jumputan padat atau pelet biomassa ini adalah belum adanya produsen yang beroperasi secara komersial. Bahkan, metode uji yang digunakan laboratorium yang ada di Indonesia masih menggunakan metode uji untuk batu bara,” ujar Kasubdit Keteknikan dan Lingkungan Bioenergi, Kementerian ESDM, Efendi Manurung dalam webinar, Senin (12/10).

Menurutnya, pelet biomassa dapat diproduksi dari berbagai jenis limbah seperti sampah kota/municipal solid waste (MWS) atau limbah padat perkotaan, limbah industri, limbah komersial ataupun limbah pertanian/hutan. Kelebihan RDF ini, katanya, bisa mengurangi timbulan sampah dalam jumlah yang sangat signifikan dalam waktu relatif singkat. Bahkan, pelet biomassa ini dapat diproduksi dalam waktu relatif cepat sehingga bisa dimanfaatkan secara langsung.

“Namun, kualitas kalori RDF ini sangat tergantung dari jenis sampah yang dimanfaatkan. Dalam hal ini, konten energi hanya setara dengan low rank coal. Sehingga, perlu kajian campuran bahan baku yang tepat. Lalu pemilahan sebaiknya dilakukan secara gabungan manual dan mesin, bahkan perlu dilakukan pemilahan bahan berbahaya. Sedangkan pemanfaatan untuk cofiring yang butuh nilai kalori tertentu dapat dicampurkan dengan biomassa lain,” katanya.

Dia mengungkapkan, potensi cofiring biomassa pada PLTU milik PLN, bisa meningkatkan bauran energi primer. Dari hasil kajiannya, satu persen penggunaan biomassa bisa meningkatkan 0,18 persen bauran energi, lalu 3% biomassa meningkatkan 0,54 bauran energi, 55 biomassa bisa meningkatkan 0,9 persen bauran energi dan 10 % biomassa bisa meningkatkan 1,79 bauran energi. (pin)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button