NEWS
Trending

Pembentukan Holding BUMN Energi, Pemerintah Diminta Serius Dalam Menanganinya

Pembentukan Holding BUMN Energi, Pemerintah Diminta Serius Dalam Menanganinya
Listrik Indonesia | Penggabungan PT Perusahaan Gas Negara (PGN/Persero) Tbk ke dalam PT Pertamina (Persero), masih menunggu keputusan dari Pemerintah. Pasalnya, Pemerintah diminta serius dalam pembentukan perusahaan induk (holding) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) energi dan segera menerbitkan aturannya, sehingga kedua perusahaan itu bisa langsung bersinergi.

Achmad Widjaja, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Petrokimia mengatakan, "Tinggal keberanian pemerintah mengambil keputusan politik, dengan tidak lagi mempertimbangkan jalur-jalur investor yang ada di perusahaan terbuka. Toh pemerintah masih mayoritas," katanya di Jakarta, Sabtu (3/9).

Melalui holding BUMN energi, Pertamina dan PGN diharapkan bisa bersinergi sehingga membuat harga gas bisa kompetitif.

Sementara itu, Direktur Energy Watch Indonesia, Ferdinand Hutahean menerangkan, harus ada terobosan pada tata kelola dan tata niaga sektor gas ini. Langkah pertama adalah menghentikan persaingan antar sesama pemerintah dalam hal ini BUMN dan anak usahanya. Menghentikan persaingan itu dengan cara menempatkan PGN sebagai anak usaha Pertamina.

"Ingat ya, anak usaha dan bukan dimerger. Itu langkah awal tata kelola dan tata niaganya. Kemudian pemerintah menetapkan harga sesuai dengan perhitungan yang wajar dan bersahabat dengan investasi, bersahabat dengan industri," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Rini Soemarno sudah menyampaikan pentingnya konsolidasi PGN dengan menjadi anak usaha Pertamina sehingga pembangunan infrastruktur bisa terintegrasi.

"Kenapa sangat penting PGN itu menjadi anak usaha Pertamina, sehingga cost untuk infrastruktur untuk pengiriman gas itu menjadi terintegrasi, sehingga tidak ada double investment," ungkap Rini.

Lebih lanjut Rini mengatakan, pemerintah saat ini merinci alur gas bumi di dalam negeri, mulai dari sumur hingga dialirkan lewat pipa ke pelanggan. Dari situ akan dipetakan berapa ongkos yang dikeluarkan. Jika pembentukan holding terintegrasi, biaya distribusi gas, dari sumur gas ke pelanggan bisa ditekan.

"Kalau memang kita ingin mendorong perkembangan industri dan kita membutuhkan peranan dari industri itu sendiri, apakah untuk kepentingan dalam negeri atau ekspor, tentunya kita harus mempunyai harga gas yang kompetitif juga secara dunia," tandas Rini. (GF)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button