Electricity System MEGA PROJECT NEWS
Trending

Pemerintah Beri Sinyal Tarif Listrik Golongan Nonsubsidi (Adjustment Tariff) Ikuti Skema Pasar

Pemerintah Beri Sinyal Tarif Listrik Golongan Nonsubsidi (Adjustment Tariff) Ikuti Skema Pasar
Petugas PLN sedang melakukan perawatan jaringan transmisi.

Listrik Indonesia | Pemerintah memberikan sinyal tarif dasar listrik untuk pelanggan PT PLN (Persero) golongan nonsubsidi atau adjustment tariff berpotensi dilepas ke mekanisme pasar mulai kuartal I/2021 sehingga berpotensi mengalami kenaikan atau penurunan bergantung beberapa faktor.

Beberapa faktor atau komponen pembentuk tarif dasar listrik adalah harga energi primer (batu bara, minyak dan gas bumi), kurs rupiah, dan inflasi. Jika harga energi primer stabil atau turun, inflasi rendah, kurs rupiah menguat terhadap dollar AS, maka tarif listrik nonsubsidi berpotensi turun dan sebaliknya.

Sementara itu, pemerintah melalui PLN masih memberikan subsidi listrik kepada pelanggan golongan 450 volt ampere (VA) dan sebagian pelanggan 900 VA. Bahkan, selama pandemic Covid-19, pemerintah membebaskan tagihan listrik bagi pelanggan 450 VA dan diskon 50% bagi sebagian pelanggan 900 VA sampai akhir tahun ini.

"Untuk adjustment tarif ini nanti kuartal 1/2021. Dari regulasi sebelumnya di–review tiga bulan sekali oleh PLN, tetapi dikembalikan ke Kementerian ESDM," ujar Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Hendra Iswahyudi, di acara diskusi virtual bertajuk ‘Kebijakan Subsidi Listrik Tepat Sasaran’ di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, alasan disesuaikannya tahun depan untuk meningkatkan layanan PLN. Terkait sosialisasi, akan dilakukan sebulan sebelum penyesuaian tarif listrik dilakukan. "Seharusnya dengan review yang ada sudah harus diumumkan terkait dengan adanya easy doing business PLN sehingga pemerintah harus menetapkan sosialisasi kepada masyarakat," kata dia.

Dia mengungkapkan apabila usulan penyesuaian tarif harus diajukan PLN kepada Kementerian ESDM paling lambat awal November sehingga keputusan adjustment tarrif tahun depan bisa segera diputuskan akhir November 2020, selanjutnya tinggal dilakukan sosialisasi.

Namun demikian, pihaknya belum bisa menyebut golongan mana saja yang tarifnya akan disesuaikan atau ditahan akan dievaluasi menyesuaikan dengan perkembangan ekonomi nasional. "Nah, apakah golongan tertentu yang di–adjustment atau ditahan, akan disesuaikan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Kemenkeu Ubaidi Socheh Hamidi mengungkapkan, dampak yang ditimbulkan dari ditahannya tarif listrik oleh Kementerian ESDM, pemerintah harus merogoh kocek dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp200 triliun untuk membayar beban kompensasi hingga subsidi yang ditanggung PLN tahun ini.

"Ketika tarif tidak disesuaikan (adjustment tarrif) tahun ini atau ditahan, tentu berdampak pada kompensasi sehingga kalau kita lihat subsidi dan kompensasi mencapai Rp200,8 triliun," katanya.

Menurut dia, agar anggaran tidak jebol untuk menanggung kompensasi yang lebih besar memang harga seharusnya dilepas. Namun demikian, tentu melihat kondisi pandemi seperti ini maka sulit dilakukan. Terkait subsidi, dari Kementerian ESDM telah mengusulkan adanya transformasi dari subsidi barang langsung diberikan kepada orang atau penerima manfaat.


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button