NEWS
Trending

Pendidikan Keteknikan Perlu Improvisasi Teaching Method di Era Digital

Pendidikan Keteknikan Perlu Improvisasi Teaching Method di Era Digital
Heru Dewanto, Presiden Association of Engineering Education South East Asia and Pacific (AEESEAP).
Listrik Indonesia | Association of Engineering Education South East Asia and Pacific (AEESEAP) atau Asosiasi Pendidikan Teknik di Asia Tenggara, Asia Timur, dan Pasifik, hari ini resmi menggelar AEESEAP Workshop 2020 dengan mengusung tema  “Enhancing Engineering Value Chain”. AEESEAP Workshop berlangsung selama 2 hari, mulai 14-15 Oktober 2020, yang berfokus pada bagaimana sistem pendidikan teknik dapat lebih meningkatkan nilai kegiatan teknik dan pengembangan teknologi untuk mendukung kemajuan ekonomi yang lebih berkelanjutan dan inklusif.

Heru Dewanto, Presiden Association of Engineering Education South East Asia and Pacific (AEESEAP) mengatakan,  pendidikan teknik di perguruan tinggi di Indonesia perlu mengadopsi dan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi digital sebagai dampak dari adanya pandmei Covid-19. “Pandemi Covid-19 telah mengakselerasi teknolog digital yang berdampak pada metode proses belajar dan mengajar di dunia,” ujar Heru, dalam acara AEESEAP Workshop 2020, Rabu (14/10/2020).

Lanjut dia, menghadapi dampak pandemi Covid-19, perlu disiapkan teaching method di era digital. Tentu saja dengan melakukan improvisasi teaching method sejalan dengan kemajuan perkembangan teknologi digital,” jelas Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) ini.

Di sisi lain, Heru menambahkan, pendidikan keteknikan perlu linkage dengan sektor industri. Persaingan di dunia kerja semakin ketat bagi lulusan insinyur sebab sudah ada beberapa perusahaan besar di dunia dalam merekrut karyawannya tidak harus mempersyaratkan lulusan dari perguruan tinggi.

 “Hal ini menjadi tantangan bagi lulusan keteknikan dari perguruan tinggi dalam bersaing ketika memasuki dunia kerja. Dapat dibayangkan, jika lulusan teknik tidak siap pakai bagi sektor industri. Salah satu isu inilah yang kita bahas di AEESEAP Workshop 2020,” kata Heru.

Webinar  seminar internasional bagi dunia keinsinyuran ini diisi oleh para pembicara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nadiem Anwar Makarim, Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dan sekaligus President of AEESEAP Heru Dewanto, Executive Director and CEO of Accreditation Board for Engineering and Technology (ABET) Michael K. J. Milligan, dan Ketua Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza. 

Pemateri lainnya adalah Rektor Institut Teknologi Indonesia (ITI) Marzan Aziz Iskandar, Chief Advisor of JICA Project of Japan Accreditation Board for Engineering Education (JABEE) Yasuyuki Aoshima, President Federation of Engineering Institutions of Asia and the Pasific (FEIAP) & Deputy President of Northwestern Polytechnical University (NPU) Huang Wei, dan President of World Federation of Engineering Organization (WFEO) Gong Ke.

Dalam Workshop AEESAP 2020, sesuai tema yang di usung, untuk pertama kalinya, Indonesia memperkenalkan Rantai Nilai Keinsinyuran mulai dari hulu hingga hilir. “Artinya mulai dari pendidikan teknik di perguruan tinggi, pendidikan profesi insinyur, sertifikasi insinyur profesional, dan penyetaraan insinyur di tingkat global,” tandas Heru. (TS)
 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button