Business CORPORATION NEWS
Trending

Pengalaman PT Brantas: BIM 'Powerfull' di Perencanaan Proyek

Pengalaman PT Brantas: BIM 'Powerfull' di Perencanaan Proyek
PT Brantas Abipraya (Persero) [Foto: Dok. LISTRIK INDONESIA]

Listrik Indonesia - Manager of Innovation & Technology PT Brantas Abipraya (Persero) Aminudin Azis mengungkapkan rahasia suksesnya mengimplementasikan building information modeling (BIM). 

Didasari pemahaman bahwa BIM sebagai transformasi digital membantu perusahaan lebih baik dibanding sebelumnya, manajemen PT Brantas menyiapkan sumber daya manusia (SDM) semaksimal mungkin. Hal ini kuncinya.

"Tantantangan terbesar menjalankan digital transformation berkaitan dengan faktor manusia. Soal SDM mencakup 90 persen masalahnya," tegas Aminudin saat tampil sebagai pembicara webinar Project Talks Series #1 'Sharing and Growing Together', Rabu, 14 April 2021.

Webinar PLN seri pertama bertema Digitalization In Construction Management: Building Information Modelling (BIM) Implementation In Power Plant Project ini dibuka Direktur Utama PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini.  

BACA JUGA: Benefit WIKA Implementasikan BIM di Proyek PLN

Aminudin memaparkan upaya penerapan BIM di PT Brantas dilakukan secara bertahap dan sistematis. Sebagai proses transformasi, pendidikan dan pelatihan kepada para pegawai terpilih sesuai tugas dan tanggung jawabnya. 

Untuk bisa secara perlahan menjalankan prosesnya, proses transformasi tahap awal dijalani dengan mendidik dan melatih (diklat) para engineer-nya, pada 2020. 

Kebetulan, pandemi covid-19 menyebabkan roda ekonomi melambat, realisasi proyek infrastruktur terkendala, sehingga memungkinkan diklat secara masif dapat segera dilakukan.

"Diikuti 99 orang. Setelah BIM modeler, kami juga perkenalkan BIM model 2 yang disebukan sebagai BIM koordinasi," ujar Aminudin di hadapan seribu lebih peserta webinar.   

Secara proses, PT Brantas mencoba menggalakkan upaya digitalisasi dengan memanfaatkan teknologi BIM. Termasuk juga mencoba mendapatkan sertifikat ISO. 

Hasilnya pada Februari 2021, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang konstruksi ini lulus sertifikasi ISO 19650.  Dengan bekal sertifikasi internasional, proses BIM PT Brantas diakui sebagai perusahaan yang "BIM ready". 

Menjelaskan lebih detail tentang BIM, Aminudin mengatakan sistem ini merupakan revolusi proses desain. 

BACA JUGA: Zulkifli: Visi PLN Bagus, Terpenting Eksekusi Rencana

Sebelumnya, menurut Aminudin, desain konstruksi proyek mengandalkan drawing atau CAD (computer aided design), mengutamakan 2D. Model lama ini juga tak menunjukkan posisi terakhir pengerjaan (status quo). Hasil desain perlu dicetak. Serba manual.

Memakai BIM, tim pelaksana bekerja langsung memakai 3D yang bisa dihubungkan dengan dimensi waktu dan biaya, serta aspek lainnya.

BIM merupakan paradigma baru. Tim berkomunikasi secara elektronik. Digital approval menjadi hal yang lazim di sini. Prosesnya secara otomatis. "Pengalaman tim PT Brantas, untuk menyelesaikan satu bagian pekerjaan hanya membutuhkan effort 30 persen dibanding biasanya," kata alumnus Structural Engineering Newcastle University itu.

Efisiensi tersebut dicapai karena proses pengerjaan berlangsung secara terintegrasi. Ketika fase kontruksi, misalnya, tidak banyak ditemukan perubahan-perubahan yang berpotensi memicu cost overrun.

BACA JUGA: PLN Pelopori Penerapan BIM pada Proyek Strategisnya

Namun, menurut Aminudin, berdasar pengalaman di proyek yang digarap PT Brantas sepanjang 2020-2021, BIM sangat efektif atau powerfull di fase perencanaan ketimbang di pengerjaan konstruksi. 

Tim ahli BIM PT Brantas lalu melakukan aksi korporasi pada 2021 dengan menciptakan sistem virtual design contruction (VDC) buat fase konstruksi. Apa itu VDC?

Menjelaskan pengertian, Aminudin menamsilkannya seperti lembar petunjuk perakitan perabotan rumah tangga yang dibeli di toko besar. Siapapun pembeli atau konsumen yang membeli perabot yang dimaksud dapat merakit perabot berdasar lembar petunjuk. Demikian manfaat VDC.

Pada tahap pelaksanaan konstruksi, segenap unsur yang terlibat membutuhkan BIM berupa tampilan proses 3D, integrated combustion engineering (ICE), dan portofolio project management (PPM). Jika ada perubahan desain saat pelaksanaan konstruksi maka tim ICE yang bekerja.

PT Brantas telah menerapkan BIM dan VDC di beberapa proyek PLN, antara lain; Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro atau Minihidro (PLTM) Padangguci, PLTM Batanghari (persiapan), dan PLTM Totabuan (persiapan). (RE)


 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button