NEWS
Trending

Pengamat Ungkap Alasan Indonesia Ambil Alih Tambang Freeport

Pengamat Ungkap Alasan Indonesia Ambil Alih Tambang Freeport
Listrik Indonesia | Pengamat energi Komaidi Nitinegoro menyatakan alasan Pemerintah untuk mengakuisisi saham (divestasi) PT Freeport Indonesia (PTFI) oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dikatakan memiliki beragam keuntungan untuk Indonesia.

Dikatakan olehnya nilai pembelian saham sebesar US$ 3,85 miliar dianggap cukup logis. "Sebagai gambaran, dengan harga emas saat ini nilai cadangan terbukti emas yang dikelola Freeport di Papua ditaksir sebesar US$ 41 miliar. Nilai tersebut belum termasuk potensi-potensi cadangan di blok yang saat ini belum dikelola. Jika dilihat dari aspek bisnis, mengeluarkan biaya investasi sekitar US$ 3,85 miliar untuk potensi pendapatan dari nilai cadangan emas US$ 41 miliar atau sekitar 1.065% dari nilai investasi, pada dasarnya cukup logis," jelas Komaidi, kemarin melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, (26/09).

Ia yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif ReforMiner Institute mengungkapkan ada beberapa keuntungan yang didapat dari divestasi Freeport Indonesia oleh PT Inalum, yakni :

Pertama, PT Freeport Indonesia (PT FI) yang mengelola tambang Grasberg di Kabupaten Mimika, Papua, memiliki cadangan emas terbesar di dunia.

Menurut Komaidi, kekayaan tambang tersebut, yang terdiri dari emas, tembaga, dan perak, diperkirakan memiliki nilai lebih dari US$ 150 miliar atau Rp 2.190 triliun, atau sama dengan biaya penyelenggaraan 66 kali Asian Games 2018.

Kedua, sejak 1967 negara hanya memiliki 9,36% dari PT FI dan baru sekarang setelah 51 tahun, dengan divestasi saham barulah PT FI akan dimiliki mayoritas (51.2%) oleh negara Indonesia melalui PT Inalum, sebagai Holding Industri Pertambangan Indonesia.

Ketiga, lanjut Komidi, meski mahal namun sepadan. PT Inalum membayar US$ 3,85 miliar atau Rp 56 triliun agar mendapatkan kepemilikan 51,2%. Biaya ini nanti akan tertutup oleh laba bersih PT FI yang rata-rata diatas US$ 2 miliar per tahun setelah 2022.

Keempat, nantinya sebanyak 10% saham PT FI akan menjadi milik Pemerintah Daerah Papua.

Dari 100% saham PT FI, 10% -nya nanti akan dimiliki oleh pemerintah lokal Papua, sehingga masyarakat Papua bisa merasakan manfaat langsung dari sumber daya alam-nya.

Selanjutnya yang kelima, pengambilalihan PT Freeport tidak bisa dilakukan secara gratis saat kontrak karyanya berakhir di 2021 mendatang. "Kontrak Karya sektor tambang tidak sama dengan sektor minyak dan gas, yang jika konsesi berakhir maka akan secara otomatis dimiliki pemerintah dan dikelola oleh Pertamina," kata Komaidi.

Keenam, tambang Grasberg ini memiliki teknologi yang kompleks. Ia mengatakan, Indonesia masih memerlukan Freeport dalam mengelola Grasberg, tambang bawah tanah terdalam dan terumit pengelolaannya.

"Kalau operasi berhenti tambang akan runtuh karena Indonesia belum sepenuhnya memiliki teknologi dan pengetahuan untuk mengelola tambang tersebut," imbuhnya.

Sementara yang ke tujuh, pengambilalihan saham PT FI ini memberi manfaat bagi Indonesia. "Kontribusi PTFI ke Indonesia dari pajak, royalti, pajak ekspor, dividen, dan pungutan lainnya sebesar US$ 756 juta tahun lalu. PTFI adalah salah satu pembayar pajak terbesar di Indonesia," paparnya.

Kedelapan, memanfaatkan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal.

PT FI memiliki kapasitas untuk menyediakan 29 ribu lapangan pekerjaan. "Hingga Maret 2018, jumlah karyawan di PT FI yang secara langsung direkrut oleh PT FI adalah 7.028. Sekitar 2.888 karyawan adalah orang Papua," ungkap Komaidi.

Yang kesembilan, dapat membangun komunitas lokal. PT FI di 2018 berkomitmen untuk menyediakan 1% dari total pendapatan untuk pengembangan masyarakat lokal di daerah operasional PT FI. "Di 2017, PTFI total menyumbangkan US$ 44 juta dan US$ 33 juta di 2016," terangnya kembali.

Ke sepuluh, dapat meningkatkan sumber perekonomian daerah. "Sekitar 90% kegiatan ekonomi 300 ribu penduduk Kabupaten Mimika bergantung pada operasional PT FI. Di masa depan pengembangan ekonomi lokal yang mandiri akan menjadi salah satu prioritas," tandasnya. (Rg)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button