Renewable Energy ENERGY PRIMER NEWS Innovation POWER TECH
Trending

Pengembangan Biodiesel Terus Digenjot

Pengembangan Biodiesel Terus Digenjot

Listrik Indonesia | Meski banyak tantangan mandatory energi biodiesel, pengembangan biodiesel menjadi salah satu program percepatan pengembangan energi baru terbarukan yang tengah diupayakan oleh Pemerintah.
 

Dalam Webinar “Keberlanjutan Program B30 Tahun 2021 yang berlangsung Kamis, (10/12). Direktur Bioenergi, Andriah Feby Misna mengatakan, capaian tahun 2019, biodiesel memberikan kontribusi yang besar sekitar 30% dari total capaian bauran EBT. Meski banyak tantangan dalam pelaksanaan mandatori B30 pada masa pandemi Covid-19 saat ini, Pemerintah tetap berkomitmen untuk terus melaksanakan pengembangan B30, yang menjadi bagian dari upaya substitusi energi primer/final dengan tetap menggunakan teknologi yang sudah ada.

“Dari capaian yang ada, bisa kita lihat peran biodiesel sangat besar, untuk mengejar target 23% di 2025 memang kita berupaya untuk bisa mendorong ataupun melakukan akselerasi agar target yang sudah kita tetapkan bisa kita capai. Dimasa pandemi ini, dari upaya-upaya yang sudah kita lakukan maka subsitusi energi itulah yang paling mudah, murah dan cepat untuk dilaksanakan,” tuturnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk pelaksanaan program B30 tahun ini, Feby mengungkapkan adanya beberapa tantangan seperti terhambatnya beberapa kegiatan komisioning di industri yang sedang melakukan ekspansi. Karena itu, Pemerintah menetapkan beberapa kebijakan antisipatif yang bersifat dinamis terkait perencanaan alokasi pengadaan dan kebutuhan insentif untuk menyesuaikan perubahan yang mungkin terjadi.

“Selain pengembangan B30, Direktorat Jenderal EBTKE sedang melakukan persiapan pelaksanaan mandatori B40 sebagaimana arahan Presiden, meski terdapat beberapa tantangan dalam upaya pengembangan tersebut,” terangnya.

“Begitu juga dengan B40 ada beberapa tantangan yang dihadapi yang datangnya dari aspek teknologi, teknis, finansial, feedstock, dan inftrastruktur pendukung,” tambahnya.

Adapun berbagai upaya yang perlu dilakukan untuk penerapan B40 dan B50 antara lain meningkatkan kapasitas produksi Badan Usaha (BU) BBN, memperbaiki spesifikasi biodiesel, memperhatikan ketersediaan dana insenstif, meningkatkan sarana dan prasarana BU BBM dan melaksanakan uji jalan untuk seluruh sektor pengguna.

Tak hanya itu, pihaknya sedang mempersiapkan untuk pengimplementasian B40 dan B50 seperti melakukan kajian teknis dan keekonomian di mana dari hasil kajian tersebut akan dilakukan revisi SNI biodiesel untuk spesifikasi yang akan digunakan untuk B40 ataupun B50, serta penyusunan SNI greenfuel karena petani saat ini sudah dapat menghasilkan greenfuel D100 dan dapat menjadi opsi untuk campuran B40 ataupun B50.(Cr)


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button