NEWS
Trending

Penggunaan Batu Bara Dipangkas 50%

Penggunaan Batu Bara Dipangkas 50%
Listrik Indonesia | Jakarta, PT Perusahaan Listrik Negara (persero) berencana akan mengurangi pemakaian batu bara guna mengurangi ketergantungan energi fosil di sektor kelistrikan nasional. Rencana pengurangan drastis sumber energi dari batu bara tersebut, sejalan dengan rencana peningkatan penggunaan energi baru dan terbarukan dalam bauran energi  nasional sebesar 23% pada 2025 mendatang.
 

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama PLN Djoko Abumanan, mengatakan, sumber energi terbesar dari batu bara yang mulai PLN kurangi sampai nanti 2023, harus dikurangi sampai 50 persen.

Sampai 2018 lalu, penyerapan batu bara domestik tercatat mencapai 115 juta ton dengan konsumsi sektor kelistrikan 91 juta ton. Konsumsi domestik tersebut dianggap tergolong tinggi. Apalagi pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang telah selesai dibangun PLN dan beberapa perusahaan listrik swasta juga terus bertambah.

Selain target EBT sebesar 23% persen pada 2025 sesuai Perjanjian Paris dan pemerintah juga akan terus meningkatkan target EBT tersebut hingga mencapai 31% di 2050. Untuk mencapai  target itu dilakukan dengan membangun tambahan pembangkit EBT sebesar 2.000 megawatt per tahun.

Sebelumnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Minirel, Bambang Gatot Ariyono mengatakan, cadangan batu bara Indonesia sangat bergantung pada terjaganya tingkat produksi. “Itu tergantung kontrol produksinya. Kalau 400-500 juta, ya sampai 2100 masih oke,” ungkap Gatot. (AB)


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button