NEWS
Trending

Penggunaan Prepaid Meter Sebaiknya Dievaluasi

Penggunaan Prepaid Meter Sebaiknya Dievaluasi
Listrik Indonesia - Jakarta | Penggunaan prepaid meter listrik atau meteran listrik prabayar, di beberapa negara lebih dikhususkan kepada pelanggan yang tidak membayar listriknya dengan lancar. Demikian dijelaskan pakar kelistrikan dan energi Dr. Ir. Herman Darnel Ibrahim, MSc saat diwawancarai Listrik Indonesia.com di Casa Dedar, Cipete, Jakarta Selatan, (25/9).

Lebih jauh dia mengungkapkan, penggunaan prepaid meter secara luas memiliki kelemahan utama, yaitu lebih rawan tampering (perusakan/diakali) dan sulit menelusurinya jika terjadi. Di samping itu juga sulit mendapatkan informasi konsumsi yang sesungguhnya, sehingga perhitungan losses menjadi tidak akurat.

Hal ini dialami secara langsung oleh mantan Direktur PLN ini. Meter prabayar di rumahnya tidak bergerak, sehingga token tidak terpotong, hal ini jelas merugikan PLN. "Sebagai pelanggan yang baik dan mantan Direktur PLN, saya melaporkan hal ini kepada petugas PLN supaya diperiksa meteringnya, agar tidak menimbulkan kerugian," jelas Herman Darnel soal pengalamannya dengan meter prabayar.

Terkait dengan penggunaan prepaid meter, dia pernah menyarankan kepada PT PLN untuk tidak menggunakannya, karena perusahaan listrik di negara lain tidak menggunakannya. Malaysia dan Filipina pernah menggunakannya, tetapi mencabut kembali karena dinilai menimbulkan kerugian dan sulit dikontrol.

"Perusahaan listrik Malaysia atau TNB pernah memiliki pengalaman buruk tentang penggunaan prepaid meter secara luas, sampai akhirnya memutuskan pembatalan penggunaan meter prabayar pada tahun 1995. Saya menyarankan jika program prepaid meter ini terus dilanjutkan, sebaiknya PLN menggunakan electromagnetik metering yang dapat dikontrol dan peneraan benar," pungkas Herman Darnel Ibrahim. (DH)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button