NEWS
Trending

Penyebab Tarif Listrik Tinggi, Jonan: Pembangkit Jauh dari Mulut Tambang

Penyebab Tarif Listrik Tinggi, Jonan: Pembangkit Jauh dari Mulut Tambang
Listrik Indonesia, Aceh | Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat rasio elektrifikasi di Aceh saat ini mencapai 96,69%, ini lebih tinggi daripada rata-rata rasio elektrifikasi nasional yang saat ini sekitar 92%. 

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan, Pemerintah telah memperkirakan pada 2018, rasio elektrifikasi Aceh akan mencapai 100%. "Aceh merupakan bagian dari Sistem Kelistrikan Aceh Sumatera Utara. Akhir 2018 tidak ada lagi jaringan per Provinsi, jadi yang ada jaringan per pulau," ungkap Jonan di Aceh, dikutip dari situs resmi esdm.go.id, (23/07).

"Sumatera akan memiliki jaringan transmisi Pulau Sumatera, sehingga pembangkitnya mau di mana saja akan sama," tambahnya. 

Ia menambahkan, saat ini pembangunan infrastruktur kelistrikan terus dilakukan Pemerintah di Provinsi Aceh. Seperti, jaringan Transmisi 150 kilo Volt (kV) Sidikalang-Subussalam, yang saat ini progresnya telah mencapai 40,7% dan Transmisi 150 kV PLTU Nagan Raya - Blang Pidie yang hampir selesai, progresnya mencapai 88,48%.

Selain itu, lanjut Jonan, pemerintah juga telah menyelesaikan gardu induk di Kutacane (100%), PLTU Nagan Raya (Ext) (100%), Blang Pidie (91,62%), Arun Ext TB (29,75%) dan Subulussalam (93,82).

"Pembangunan pembangkit yang akan selesai pada akhir 2017 ini, dan sampai 2020 itu hampir 500 Megawatt (MW). Penambahan kapasitas 500 MW ini jika hanya untuk Aceh mencukupi listrik 10 hingga 15 tahun ke depan," paparnya.

"Kebutuhan listrik Aceh akan lebih terjamin lagi setelah kebijakan sistem kelistrikan berdasarkan pulau diterapkan, semua jaringan transmisi listrik terkoneksi sepanjang Pulau Sumatera dengan semua system kelistrikan yang ada saat ini terkoneksi satu dengan yang lain," sambungnya.

Lebih jauh Jonan menjelaskan, kebijakan lainnya yaitu, dalam rangka mendukung kelistrikan Aceh dan Sumatera pada umumnya adalah, kewajiban membangun pembangkit didekat lokasi sumber energinya. 

"Di Pulau Sumatera ada tambang batubara dan ada sumur gas, pembangunan listrik PLTU harus berada di lokasi tambang batubara tersebut. PLTG itu harus berada di sumur gas. Jadi tidak boleh pembangkitanya di tempat lain, sumber energinya di tempat lain, karena itulah yang menyebabkan harga listriknya tinggi," tandasnya.  (GF)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button