NEWS
Trending

Perkuat Kelistrikan di Wilayah Perbatasan, PLN Datangkan Mesin PLTD 

Perkuat Kelistrikan di Wilayah Perbatasan, PLN Datangkan Mesin PLTD 
Listrik Indonesia | Guna menjalankan misi pemenuhan suplai listrik di berbagai daerah, PT PLN (Persero) mendatangkan sejumlah mesin pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) untuk memperkuat sistem kelistrikan di daerah perbatasan RI - Malaysia.

Menurut Direktur Bisnis Regional PLN Kalimantan Djoko Abumanan, PLN mendatangkan tiga mesin PLTD yang berkapasitas 200 kilo Watt (kW), dan telah tiba di Desa Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, pada Sabtu 18 Februari 2017 lalu. PLTD tersebut dikirimkan dari Sei Menggaris.

"Pengiriman mesin pembangkit ini merupakan salah satu upaya percepatan program listrik perbatasan untuk wilayah Kalimantan Utara," kata Djoko dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (23/02).

Ia mengungkapkan tantangan terbesar dalam penyelesaian proyek listrik perbatasan adalah medan yang sangat berat, seperti di Kalimantan Utara. "Tidak tersedianya akses dan infrastruktur yang memadai, membuat pekerjaan mobilisasi orang, mesin, dan peralatan membutuhkan tenaga dan biaya yang tidak sedikit," terangnya.

Rute pengiriman material kelistrikan dikirim melalui Sabah dan Serawak, Malaysia. Menurut Djoko, pengiriman dilakukan secara bertahap dengan rute Sei Menggaris-Nunukan-Tawau (Sabah, Malaysia) melaui jalur transportasi laut, selanjutnya material dari Tawau menuju Serawak hingga Krayan diangkut melalui jalur darat dengan menggunakan truk. "Dari Tawau, tiga mesin yang memiliki berat masing-masing 4,5 ton ini tiba di Krayan dalam waktu yang cukup lama, yakni empat hari," bebernya.

"Sebelum dilakukan pengiriman material tersebut, PLN juga sudah berkoordinasi dengan Pemda Nunukan untuk membantu komunikasi dengan Konsulat Jenderal Malaysia terkait izin pengiriman material menuju Krayan. Insya Allah aman," tambahnya.

Lebih jauh Djoko menerangkan, penambahan mesin pembangkit tersebut akan meningkatkan pelayanan PLN terhadap pelanggan di Krayan. "Sekitar 250 rumah tangga dapat menikmati listrik dengan adanya tambahan daya dari PLTD tersebut," imbuhnya.

Menurut Djoko, daya yang tersedia di Krayan saat ini hanya sebesar 200 kW, dengan ditambahnya mesin PLTD tersebut berarti menambah kapasitas menjadi 800 kW. "Dengan menambah jam operasi dari 12 jam menjadi 24 jam, mengharuskan kami untuk memastikan segala aspek harus siap. Mulai dari kesiapan pembangkit, jaringan dan sumber daya manusia untuk mendukung pengoperasian listrik selama seharian penuh," tandasnya.

Untuk sementara waktu, masyarakat di wilayah tersebut dapat menikmati aliran listrik selama 24 jam atau seharian penuh, tanpa adanya pemadaman bergilir. (GF)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button