Fossil Fuel ENERGY PRIMER NEWS
Trending

Perlu Dana Besar Pengembangan Formula EOR

Perlu Dana Besar Pengembangan Formula EOR

Listrik Indonesia | Upaya peningkatan produksi Blok Rokan dengan metode Enhance Oil Recovery (EOR), PT Pertamina (Persero) dinilai harus negosiasi dengan Chevron.

Pasca alih kelola dari PT Chevron Pacific Indonesia kepada PT Pertamina (Persero) dikabarkan masih menemui kendala. Pasalnya, Chevron enggan memberikan satu formula, dari empat formula EOR yang diperlukan.

Wakil Ketua Komisi VII DPR Eddy Soeparno mengatakan, bahwa apabila formula chemical EOR yang dimiliki Chevron tidak termasuk dalam bagian cost recovery, Pertamina perlu menjalin komunikasi negosiasi dengan Chevron. Pasalnya, implementasi EOR harus segera dilakukan untuk mencegah penurunan produksi siap jual atau lifting di Blok Rokan di masa yang akan datang.

Hal yang sama dikatakan, Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi, bahwa Pertamina harus berupaya mendapatkan formula tersebut meski harus merogoh kocek lebih besar. Menurutnya, apabila formula dikembangkan sendiri, selain membutuhkan waktu, risiko kegagalannya juga cukup tinggi, seperti yang terjadi di berapa lahan migas Pertamina.

"Semisal gagal mengembangkan formula EOR, pasti produksi migas di Rokan akan menurun saat diambil alih oleh Pertamina, seperti yang terjadi pada Blok Madura dan Blok Mahakam," katanya.

Sementara itu, pengamat energi Salis  Aprilian menyarankan, agar Pertamina bisa mengajak Chevron untuk bermitra melakukan investasi di Blok rokan secara business to business (B to B).

“Seharusnya lihat dulu perjanjian Chevron dengan SKK Migas. Misalkan sudah di cost recovery, semestinya SKK Migas bisa masuk dan nantinya diberikan kepada operator yang baru,” ujarnya.


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button