NEWS
Trending

Perlu Standardisasi Nasional Lampu Tabung LED

Perlu Standardisasi Nasional Lampu Tabung LED
Listrik Indonesia | Di Indonesia, 70 persen dari pemasang lampu profesional pernah mengalami beberapa kejadian buruk, seperti tersetrum dan cidera saat bekerja menggunakan produk pencahayaan berkualitas rendah. Selanjutnya dari hasil survei yang dilakukan Singify menemukan bahwa 38 persen pemasang lampu profesional lebih suka menggunakan lampu tabung LED karena penghematan energi dan kualitas cahayanya. 

Terkait lampu tabung LED, lampu dengan ujung tunggal lebih aman karena hanya satu sisi yang dialiri listrik, sementara ujung satunya tidak, sehingga ujung tersebut aman jika tersentuh saat pemasangan. Sementara lampu tabung LED ujung ganda yang banyak ditemukan di pasaran, membutuhkan aliran listrik di kedua ujungnya. Karena itu, lampu tabung LED ujung ganda memiliki risiko tersengat listrik yang lebih besar bagi pemasang, jika tidak sengaja menyentuh ujungnya saat memasang lampu.

“Di Signify, kami menanggapi masalah keselamatan dengan serius. Lampu tabung LED ujung tunggal Philips kami memberikan alternatif yang aman dengan mengurangi risiko tersengat listrik, karena aliran listrik hanya ada pada satu sisi,” kata Rami Hajjar, Country Leader Signify Indonesia, di Jakarta, Kamis (28/11).

Lanjut dia, kami ingin menyebarluaskan kesadaran tentang standar keselamatan LED konsumen secara luas. Para konsumen lebih tertarik menggunakan lampu tabung LED daripada bohlam LED karena lebih efisien. Lampu tabung LED menghemat hingga 50 persen energi dibandingkan sistem lampu pijar (fluorescent) konvensional. Lampu tabung LED juga memiliki masa pakai lebih dari 15.000 jam. 

Selain itu, kualitas pencahayaan lampu tabung LED sangat mirip dengan sinar matahari alami. Pencahayaan yang tepat dapat memiliki efek luar biasa untuk meningkatkan fokus dan produktivitas, memberikan penerangan sempurna untuk aplikasi komersial di kantor, lahan parkir, bengkel, supermarket dan masih banyak lainnya.    

“Untuk para pengguna, teknologi lampu tabung LED ujung tunggal membantu mengurangi risiko kecelakaan dan memastikan keselamatan pekerja dengan lebih baik. Dari sudut pandang pengguna, teknologi ini memberi keyakinan terhadap kualitas dan keamanan produk saat melakukan pembelian,” tutur Bernanto, Direktur Building Owners & Managers Association (BOMA) Indonesia. 

Nukman Wijaya, Kepala Sub Direktorat Elektroteknika, Direktorat Mekanika, Elektroteknika, Energi, Transportasi dan Teknologi Informasi (MEETTI) di Badan Standardisasi Nasional (BSN), mengatakan setelah melihat unjuk kerjanya, lampu tabung LED ujung tunggal jelas lebih aman. 

“Di Indonesia, banyak lampu tabung ujung ganda tanpa pin pengaman yang masih beredar di pasar dan dapat menimbulkan risiko tersengat listrik jika dipasang secara salah atau sembarangan. Upaya Signify untuk mensosialisasikan desain lampu tabung LED ujung tunggal yang lebih aman, akan menarik perhatian yang lebih besar terhadap kebutuhan terhadap keselamatan, serta peran standar nasional dalam memastikan bahwa masyarakat menggunakan produk yang aman dan berkualitas,” imbuh Nukman. (TS)

 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button