Fossil Fuel ENERGY PRIMER NEWS
Trending

Persentase Bauran Energi Turun, Produksi Migas Harus Tetap Naik

Persentase Bauran Energi Turun, Produksi Migas Harus Tetap Naik
Sumber daya manusia (SDM) industri hulu migas [Foto: Ridwan Ewako - LISTRIK INDONESIA]

Listrik Indonesia - Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) menghadapi tantangan yang semakin menantang. Bukan cuma berkaitan dengan produksi di tengah cadangan yang semakin menipis, namun juga pergeseran ke energi baru terbarukan (EBT). 

Meskipun demikian, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto menegaskan penggunaan migas secara persentase pada bauran energi nasional menurun, tetapi volume justru meningkat.

“Jika saat ini kebutuhan minyak sebesar 1,6 juta barrel per hari maka kebutuhan minyak tahun 2050 menurut rencana umum energi nasional (RUEN) justru meningkat menjadi 3,9 juta barrel," kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dalam sambutannya di acara  penandatanganan nota memorandum of understanding (MoU) antara SKK Migas dengan Institut Teknologi Surabaya (ITS).

BACA JUGA: Target Tambahan Produksi Minyak 2021 3.500 Barel Per Hari

Penandatangan pada Selasa (6/4/2021) itu mencakup bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan masyarakat. Turut menyampaikan sambutan Rektor ITS Prof. Dr. Ir. Mochamad Ashari, M. Eng.

Dwi menyatakan jika produksi migas nasional tidak ditingkatkan maka sangat mungkin terjadi kesenjangan fiskal (fiscal gap) yang sangat besar. Kalau solusinya impor maka sangat membebani keuangan negara sehingga menghambat pertumbuhan negara.

SKK Migas telah mencanangkan peningkatan produksi minyak 1 juta barrel dan gas 12 BSCFD pada  2030 dari rata-rata produksi saat ini yang sekitar 700 ribuan barel minyak. 

Tentu saja, menurut Dwi, target tersebut merupakan pekerjaan yang sangat berat. Upaya meningkatkan produksi migas mau tidak mau harus dilakukan. 

"Jika target ini tidak tercapai, dapat dibayangkan beban negara di masa yang akan datang,” tuturnya.

BACA JUGA: Menteri ESDM 'Sentil' Pertamina EP, Produksi Belum Capai Target

SKK Migas melakukan berbagai upaya agar produksi dan nilai tambah hulu migas dapat ditingkatkan. Salah satunya upaya meningkatkan keekonomian suatu lapangan migas melalui penerapan teknologi. Pun dilaksanakan hilirasi menjadi produk pada lapangan marginal yang jauh dari fasilitas pengolahan.

Rektor ITS Rektor ITS Prof. Dr. Ir. Mochamad Ashari, M. Eng. menyambut baik kesediaan SKK Migas membangun sinergitas dengan kalangan perguruan tinggi. ITS sendiri, katanya, memiliki 10 pusat keunggulan yang cocok dengan tantangan yang dihadapi industri hulu migas.

"Termasuk di antaranya artificial intelligence, robotic, dan energi. Melalui penerapan revolusi industri 4.0 maka upaya menjadikan hulu migas ramah lingkungan menjadi lebih mudah diwujudkan," kata Prof. Ashari. (RE)


 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button