CORPORATION ENERGY PRIMER
Trending

Pertamina Targetkan 40 Ribu Pertashop Hingga 2024

Pertamina Targetkan 40 Ribu Pertashop Hingga 2024

Listrik Indonesia | Sepanjang 2020 lalu, Pertamina mencatatkan telah membangun 1.088 unit Pertashop di wilayah perdesaan yang lokasinya belum terdapat SPBU. Pada 2021 – 2024, Pertamina menargetkan akan membangun 40 ribu unit Pertashop di seluruh wilayah tersebut.

Pjs SVP Corporate Communications and Investor Relations Pertamina, Fajriyah Usman mengatakan, Sepanjang 2020, PT Pertamina (Persero) telah membangun 83 titik BBM satu harga di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal). Dengan tambahan tersebut, jumlah titik BBM satu harga yang telah dibangun Pertamina sejak 2017 hingga saat ini telah mencapai 243 titik. Pertamina menargetkan akan membangun 500 titik BBM satu harga hingga 2024 sehingga seluruh wilayah 3T mendapat akses BBM dengan harga terjangkau.

“BBM Satu Harga sebagai bentuk perwujudan keadilan energi, sehingga masyarakat di wilayah 3T yang selama ini sulit mengakses BBM, bisa mendapat kesempatan yang sama mendapatkan BBM. Hal ini telah mendorong produktivitas dan ekonomi masyarakat di wilayah 3T sehingga semakin maju dan berkembang,” ujar Fajriyah dalam keterangan tertulisnya. Rabu, (16/6/2021).

Selain BBM satu harga, pada 2020, Pertamina juga telah membangun 1.088 unit Pertashop di wilayah perdesaan yang lokasinya belum terdapat SPBU atau jauh dengan lokasi SPBU. Dalam pelaksanaannya, pembangunan Pertashop dilakukan melalui kerja sama dengan BUMDes, Koperasi, Pondok Pesantren dan lembaga masyarakat lainnya. Tujuannya, selain mendukung kemajuan desa, juga bisa membangun titik-titik perekonomian baru di wilayah perdesaan yang akan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Pada 2021 – 2024, Pertamina menargetkan akan membangun 40 ribu unit Pertashop di seluruh wilayah perdesaan dan lokasi strategis. Harapannya, kehadiran Pertashop bisa meningkatkan akses masyarakat perdesaan terhadap BBM berkualitas dan ramah lingkungan sehingga akan mewujudkan Indonesia bersih dan sehat.

“Dalam pelaksaan pembangunan Pertashop, Pertamina telah menjalin kerja sama dengan Kemendagri, Kemenkop dan UKM, Kemendes dan PDT serta Masyarakat Ekonomi Syariah dan Bank-Bank BUMN untuk mempermudah akses permodalannya,” ungkapnya.

Terpisah, Komisaris Utama PT Pertamina Patra Niaga Milton S Pakpahan menuturkan, bahwa hadirnya Pertashop ini jalan menuju Initial Public Offering (IPO). Namun, katanya,  ada tantanganya yakni pemain global sudah masuk ke Republik Indonesia dan mereka ini sudah masuk pada bursa saham dunia.

Di sisi lain, kita masih ditugasi sebagai public service obligation untuk menghadirkan BBM satu harga, pendistribusian sampai wilayah-wilayah terpencil, bahkan masih dibebani dengan pemberian subsidi. Maka, perusahaan besar masih menanggung beban besar seperti dengan adanya utang dan lain sebagainya untuk mask ke bursa akan sulit.

“Kita lihat pesaing kita yang dari luar membuka usaha yang sama di sini, nilai sahamnya mereka di sana langung naik. Nah, ini kan soal How to get fund from the public (mencari pendanaan) karena itu strategi kita tutup dulu wilayah-wilayah ini. Dengan masuk ke wilayah-wilayah bisa mengambil hati rakyat, jadi rakyat merasa memiliki Pertamina ini yang sedang kita jalankan dengan mendirikan Pertashop diperuntukan untu membantu UMKM masyarakat,” ungkap Milton kepada Listrik Indonesia beberapa waktu lalu.

“Hadirnya Pertashop membantu Pertamina Patra Niaga untuk bersaing dalam pecaturan bisnis energi. Sehingga dengan waktu cepat Pertamina bisa melakukan IPO untuk subholdingnya dan meningkatkan pendapatan Negara dari penyaluran hasil Migas,” tambahnya.


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button