NEWS
Trending

Pertamina Targetkan Ratusan Lembaga Penyalur BBM di Pelosok Nusantara

Pertamina Targetkan Ratusan Lembaga Penyalur BBM di Pelosok Nusantara
Listrik Indonesia | Pemerintah memberikan menugaskan kepada PT Pertamina (Persero) untuk menjalankan program bahan bakar minyak (BBM) satu harga yang tersebar di 150 kabupaten dan kota di Indonesia. Hal ini sejalan dengan program Presiden RI Joko Widodo, yang menginginkan seluruh kabupaten dan kota di Indonesia menyeragamkan harga BBM bisa terealisasi pada 2019 mendatang.

Menurut Senior Vice President Fuel Marketing Distribution Pertamina, Gigih Wahyu Hari Irianto, perusahaan minyak dan gas (migas) BUMN menargetkan program-program tersebut akan terealisasi seluruhnya pada 2019.

Pihaknya menyiapkan sekitar Rp 5 tahun untuk membangun lembaga penyalur BBM satu harga. "Sampai Maret 2017, perseroan sudah membangun lembaga penyalur di 10 lokasi, antara lain Papua, Krayan, dan Nunukan di Kalimantan Utara. Untuk dananya dari kas internal. Yang paling susah memang yang infrastrukturnya sulit, seperti Papua dan Krayan (perbatasan Kalimantan Utara dengan Serawak, Malaysia). Biaya pembangunannya bisa sampai Rp 800 miliar,” ungkap Gigih Wahyu saat konferensi pers di Jakarta (05/04).

Ia menerangkan, berdasarkan roadmap program BBM satu harga Pertamina, sedikitnya 54 lembaga penyaluran an dibangun tahun ini di daerah yang infrastrukturnya sudah cukup bagus. "Pada 2018 esok akan dibangun 50 lembaga di daerah yang infrastrukturnya terbatas, dan pada 2019 nanti dibangun 46 lembaga di daerah yang infrastrukturnya masuk kategori sulit," tambahnya.

Meski begitu, ia mengungkapkan, jika proyek-proyek infrastruktur pemerintah bisa selesai lebih cepat, realisasi pembangunan lembaga penyalur BBM satu harga dapat dikebut. Adapun volume masing-masing lembaga penyalur dijatah sekitar 30 kiloliter (KL). "Lembaga penyalur BBM satu harga ini ada empat jenis di daerah 3T (Terpencil, Terluar, dan Terdepan), yaitu agen Premium dan minyak solar (APMS), SPBU modular, APMS tangki khusus, dan SPBU mini," paparnya.

Jika program ini sudah terbukti meningkatkan ekonomi daerah, lanjutnya, terutama yang sebelumnya susah mendapatkan pasokan BBM. Diperkirakan omzet penjualan BBM seperti di Papua akan meningkat hingga hingga dua kali lipat. "Ini jawaban mengapa pertumbuhan ekonomi di sana sebelumnya rendah, karena pasokan energi belum optimal diterima," bebernya. (RG)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button