Business CORPORATION Fossil Fuel ENERGY PRIMER NEWS
Trending

Pertamina Yakin Megaproyek Kilang tak Terkendala Dana

Pertamina Yakin Megaproyek Kilang tak Terkendala Dana
Tahap awal pengerjaan fisik pembangunan Kilang Minyak Tuban [Foto: beritagar.id - LISTRIK INDONESIA]

Listrik Indonesia - Pembangunan kilang minyak Pertamina yang termasuk dalam paket proyek strategis nasional (PSN) tetap dijalankan, meski pandemi covid-19 memicu pelemahan berbagai sektor ekonomi.

Di Jepang, melemahnya permintaan bahan bakar minyak (BBM) akhir-akhir ini memaksa dua perusahaan kilang di Jepang, yakni Eneos Holdings Incorporated dan Idemitsu Kosan, menjual asetnya. Kedua perusahaan juga menurunkan target laba hingga 2023.

PT Pertamina (Persero) memiliki megaproyek kilang senilai US$43 miliar atau sekitar Rp602 triliun (asumsi kurs Rp14.000 per US$). Kilang-kilang tersebut nantinya mengolah 1,4 juta barel per hari (bph) minyak mentah dari sekitar 1 juta bph saat ini.

Selain itu ditargetkan memproduksi BBM sekitar 1,2 juta bph, yang saat ini sekitar 600 ribu bph. Produksi petrokimia naik menjadi 12 juta ton per tahun dari sekitar 1,66 juta ton per tahun sekarang. Adapun BBM yang dihasilkan memiliki standar Euro V dari saat ini masih standar Euro II.

BACA JUGA: Polisi Temukan Tindak Pidana Kebakaran Kilang Balongan

PSN dimaksud berupa lima proyek kilang ekspansi atau refinery development master plan (RDMP) dan satu kilang baru grass root refinery (GRR).

Kepastian proyek tersebut tetap berjalan diungkap Fajriyah Usman, pjs. Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations PT Pertamina (Persero). Ia menegaskan pihaknya masih konsisten mengoperasikan kilang dan mengembangkan proyek kilang baru.

Dirinci, pengoperasian kilang oleh Pertamina dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan domestik. Juga buat mengurangi impor BBM.

Terlebih, "Ke depan, kilang Pertamina juga diintegrasikan dengan petrochemical yang varian produknya akan lebih valuable dengan demand yang semakin meningkat," ujar Fajriyah. 

Megaproyek kilang tak ditinjau karena Pertamina yakin aspek pendanaannya tidak bakal bermasalah. Perseroan akan mengusulkan pendanaan melalui Lembaga Pengelola Investasi Indonesia atau Sovereign Wealth Fund Indonesia, Indonesia Investment Authority (INA).

BACA JUGA: Skandal Balongan: 3 Presiden, 6 Jaksa Agung, 2 Tersangka

Proyek kilang Pertamina yang masuk deretan PSN dimaksud: Kilang Minyak Bontang (Kalimantan Timur), Kilang Minyak Tuban (Jawa Timur), konstruksi tangki penyimpanan BBM (Indonesia bagian Timur). 

Juga konstruksi tangki penyimpanan LPG (Indonesia bagian Timur), upgrading kilang-kilang existing atau RDMP di Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Riau, dan Sumatera Selatan.

Juga upgrading kilang existing (RDMP) dan industri petrokimia di Balongan, Jawa Barat. (RE)


 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button