ENVIRO NEWS
Trending

Perusahaan Energi Nasional Berlomba-lomba Mencapai Proper

Perusahaan Energi Nasional Berlomba-lomba Mencapai Proper

Listrik Indonesia | Pencapaian Proper adalah suatu yang diharapkan oleh setiap bidang usaha.  Adanya Proper bertujuan mendorong ketaatan industri terhadap peraturan lingkungan hidup.

Prof Sudharto P Hadi Ketua Dewan Pertimbangan Proper menjelaskan, program Proper dijalankan sebagai pengawasan terhadap industri yang bertujuan mendorong ketaatan industri terhadap peraturan lingkungan hidup. Dalam meraih Proper ada beberpa tingkatan yaitu; Emas monsisten telah menunjukkan keunggulan lingkungan dalam proses produksi dan jasa serta melaksanakan bisnis yang beretika dan bertanggung jawab terhadap masyarakat. Hijau melakukan pengelolaan lingkungan lebih dari yang dipersyaratkan dalam peraturan melalui pelaksanaan sistem pengelolaan lingkungan dan memanfaatkan sumber daya secara efisien serta melaksanakan tanggung jawab sosial dengan baik.

Biru melakukan upaya pengelolaan lingkungan yang disyaratkan sesuai dengan ketentuan atau peraturan perundang-undangan yang berlaku. Perusahaan telah melakukan upaya pengelolaan lingkungan yang dipersyaratkan sesuai dengan ketentuan atau peraturan yang berlaku (telah memenuhi semua aspek yang dipersyaratkan oleh KLH) ini adalah nilai minimal yang harus dicapai oleh semua perusahaan

Merah melakukan upaya pengelolaan lingkungan tetapi belum dapat memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam perundang-undangan. Hitam sengaja melakukan perbuatan atau melakukan kelalaian sehingga mengakibatkan terjadinya pencemaran atau kerusakan lingkungan serta melakukan pelanggaran peraturan perundang-undangan yang berlaku dan atau tidak melaksanakan sanksi administrasi. Beresiko untuk ditutup ijin usahanya oleh KLH.

“Hubungan Perusahaan dan Proper mengacu pada Corporate Sustainability, LCA - Eco Innovation, Social Innovation, dan Good Practice of Social Innovation, “ ujarnya dalam Webinar bertajuk Mengejar Proper Melalui Inovasi Sosial dan Lingkungan. Selasa, (8/6/2021).

Selain Sudharto, dalam acara tersebut turut menjadi pembicara antara lain; Direktur Utama PT Geo Dipa Energi (Persero) Riki Firmandha Ibrahim ,Corsec PT Pembangkitan Jawa Bali Ida Zubaidah, General Manager PT Pertamina Hulu Mahakam Agus Amperianto, danEnvironmental Department Head PT Adaro Energy Tbk Wiyana Yana.

Riki F Ibrahim menjelaskan perusahaannya untuk mencapai Proper, perlu diketahui Panas Bumi memiliki advantage sebagai sumber daya Energi Baru Terbarukan (EBT) yang ramah lingkungan dan berkelanjutan (sustainable), tetap perlu dipastikan operation excellence dan safety culture sehingga advantage dari Panas Bumi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan tersebut dapat dinikmati bersama

“PT Geo Dipa Energi (Persero) memiliki komitmen penuh dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals 2030 (SDGs),”  tegasnya.

Maka dari itu ada beberapa upaya yang dilaksanakan oleh GeoDipa Pertama Compliance, di mana terus memastikan compliance terhadap regulasi nasional terkait lingkungan, baik dari kebutuhan perizinan maupun pemenuhan nilai ambang batas dalam kegiatan operasional dn konsisten dalam penerapan ISO 14000 (Sistem Manajemen Lingkungan). Kedua Beyond Compliance, Penerapan kebijakan komplementer: sustainable operation, energy efficiency, zero emission, zero waste, dan implementasi perencanaan dan pengelolaan lingkungan dan sosial standar Internasional (lender / Multilateral Bank)

“ Kami Effort to achieve Gold baik di Dieng dan Patuha. Saat ini, masih hijau, namun akan dilakukan segala upaya untuk pencapaian Gold. Kalau sudah dapat Gold kita akan pertahankan karena ini berdampak pada kemajuan bisnis GeoDipa,” terangnya.

Untuk mencapai Proper emas, GeoDipa melaksanakan kegiatan program baru seperti pengelolaan Sampah, Maggot (BSF SYSTEM), Kompos dan Produksi UMKM (Kopi Patuha, Telor Bebek, Lele), dan lain-lain. Sinergi dengan Stakeholder Mitigasi hazard (tegakan kopi, tanaman kopi bebas DDT), Perhutanan Sosial, kerja sama dengan BKSDA terkait keanekaragaman hayati.

General Manager PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), Agus Amperianto dalam mengejar Proper PHM lebih menekankan melalui Inovasi Sosial dan Lingkungan. Ia menjelaskan, bahwa Wilayah Kerja (WK) Mahakam beroperasi sejak 1 Januari 2018 dengan luas wilayah lima kali lebih luas wilayah DKI Jakarta. WK Mahakam mampu memproduksi gas sebesar 606 MMSCFD dan minyak 29,6 KBLPD.

“Untuk lingkungan kita ada program pelestarian kehidupan ekosistem bawah laut yaitu dengan membangun apartment ikan dari bambu ini sebagai pengganti mangrove dan karang yang sudah hancur. Ini yang disebut inovasi sosial dan lingkungan” terangnya.

Semetara itu, Corsec PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Ida Zubaidah menerangkan kegiatan perusahaanya untuk mendapatkanProper terbaik. PT PJB sebagai anak usaha PT PLN (Persero) dituntut inovatif yang merangkul lembaga pendidikan mulai dari SMK hingga Universitas.

“Kami inovasi di bidang EBT, teknologi kelistrikan, dan teknologi layanan pelanggan,” bebernya.

Sedangkan Adaro, menghijaukan kembali pasca tambang melalui inovasi sumber daya alam (Alam) serta fokus pada program CSR ke masyarakat mulai dari membangun kampong hijau, program mengubah mindset dengan ecodeurub, dan layanan kesehatan Covid-19. Dengan adanya program Proper ini diharapkan perusahaan-perusahaan dalam negeri, khususnya di bidang energi lebih peka lagi terhadap pelestarian lingkungan dan kemasyarakatan.


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button