NEWS
Trending

Pesan Menteri ESDM Kepada Pejabat ESDM Yang Baru Dilantik

Pesan Menteri ESDM Kepada Pejabat ESDM Yang Baru Dilantik
Menteri ESDM Arifin Tasrif

Listrik Indonesia |  Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif pada hari ini, Jumat (6/11) melantik 2 orang Pejabat Pimpinan Tinggi Madya (eselon 1) dan satu orang Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (eselon 2) di lingkungan Kementerian ESDM.

Acara berlangsung di Gedung Kementerian ESDM dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat. Pejabat yang dilantik meliputi: Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Prof. Ir. Tutuka Ariadji, M.Sc., Ph.D., IPU, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Dr. Ir. Dadan Kusdiana, M.Sc. dan Inspektur I Maompang Harahap, S.T., M.M.

Dalam acara pelantikan, Menteri ESDM Arifin Tasrif berpesan untuk ketiga pejabat yang baru dilantik tersebut. Kepada Dirjen Migas, Tutuka Ariadji diharapkan mampu menekan impor Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquified Natural Gas (LPG) demi meringankan beban devisa negara ke depan.

Selanjutnya, harus mampu mewujudkan beberapa program strategis migas. Salah satunya, program jangka panjang yang menjadi perhatian utama Arifin adalah pemenuhan target produksi siap jual (lifting) minyak sebesar satu juta barel per hari pada tahun 2030.

Arifin mengatakan, target ini bisa dicapai melalui mempertahankan tingkat produksi eksisting yang tinggi, transformasi sumber daya ke produksi, menggunakan Enhanced Oil Recovery (EOR) dan melakukan eksplorasi secara masif.

“Saat ini kita sedang memulihkan ekonomi nasional. Untuk itu saya minta kepada Dirjen Migas membantu saya mewujudkan program strategis dengan memenuhi target 1 juta barel minyak bumi,” ucapnya.

Kebijakan lain yang tak kalah penting adalah implementasi penyesuaian harga gas bumi sebagai upaya peningkatan pemanfaatan gas dalam negeri. "Semoga bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi serta peningkatan daya saing nasional," harapnya kepada Tutuka Dirjen Migas yang baru.

Sementara itu, Arifin juga berpesan kepada Dirjen EBTKE yang baru Dadan Kusdiana. dapat dibantu dalam mewujudkan program strategis di bidang EBT, seperti meningkatkan porsi EBT, percepatan bauran EBT sesuai target 23 persen di 2025.

Menurut Arifin, tantangan yang akan dihadapi ke depan tidaklah mudah, terlebih saat ini kita tengah berupaya bangkit untuk memulihkan ekonomi akibat pandemi. Oleh karena itu, jabatan Dirjen Migas dan EBTKE merupakan unsur pelaksanaan penting di Kementerian ESDM, sebab berperan dalam memenuhi kebutuhan energi nasional.

"Tugas meneruskan dan mengawasi dua sektor itu dalam upaya mendukung penyediaan energi nasional untuk kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. (Cr)


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button