Transmisi MEGA PROJECT
Trending

Pesan Vlogger Papua : PLTA di Tingginambut Sudah 3 Tahun Rusak

Pesan Vlogger Papua : PLTA di Tingginambut Sudah 3 Tahun Rusak
Suasana Malam yang Gelap di Distrik Tingginambut, Papua

Listrik Indonesia | Seorang Vlogger asal Papua melalui kanal youtubenya “Bahaya” mengabarkan kondisi malam yang gelap gulita di wilayah Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, Papua.

Vlog yang berjudul “WALLO 17 : NGERI DAN SEDIH... SUASANA MALAM DI KAMPUNG PANGLIMA PERANG BPK MORO SANGAT MENYEDIHKAN !” memperlihatkan kondisi malam di wilayah tersebut, di mana kondisi gelap gulita tanpa aliran listrik.

Vlogger tersebut mengungkapkan, di Distrik Tingginambut memiliki Pembangkit Listtrik Tenaga Air (PLTA) yang menjadi andalan untuk menditribusikan listrik kepada masayarakat sekitar. Namun, miris sumber listrik andalan masyarakat tersebut tidak dapat beroperasi.

“Saya tinggal di sini sudah 7 tahun, PLTA rusak sudah lebih tiga tahun,” ucap Vlogger dalam videonya yang diunggah pada (31/12/2020).

Lanjut ia berkata, untuk listrik di malam hari hanya mengandalkan genset dari Pos Penjagaan. Dari listrik tersebut tidak hanya untuk kebutuhan Pos penjagaan saja, tetapi juga untuk masyarakat yang ingin menumpang ngecas telepon selularnya dan lain sebagainya.

Dalam video yang sudah 24 ribu lebih penonton itu menampilkan satu buah sumber pencahayaan yang berasal dari lampu LTSHE (Lampu Tenaga Surya Hemat Energi) pemberian Pemerintah. Program LTSHE ini memang bertujuan untuk menerangi masyarakat yang belum mendapatkan akses listrik khususnya pada desa-desa yang masih gelap gulita dan termasuk dalam daerah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal).

Sembari berbincang-bincang dan mengunyah buah pinang dan sirih khas Papua bersama masyarakat sekitar. Vloger berharap PLTA agar bisa berfungsi kembali sebagaimana mestinya.

Dari kondisi tersebut, di kolom komentarnya banyak netizen meminta kepada Pemerintah ataupun PLN agar segera bisa memperbaiki PLTA yang berada di Distrik Tingginambut. (Cr)


Related Articles

1 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button