NEWS
Trending

PJB Lakukan Uji Co-Firing di 15 PLTU

PJB Lakukan Uji Co-Firing di 15 PLTU

Listrik Indonesia | Dalam upaya mengurangi efek gas rumah kaca dan polusi, PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) akan melakukan uji pencampuran biomassa ke 15 pembangkit listrik tenaga batu bara pada akhir tahun ini.

Dalam RUKN (Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional) 2019-2038 yakni melalui metode co-firing pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan memanfaatkan biomassa sebagai substitusi (campuran) batu bara.

Kepala Divisi Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan PJB, Ardi Nugroho menjelaskan, perseroan telah melakukan studi bauran bioenergi pada 11 pembangkit listrik dan berencana melakukan uji coba pada empat pembangkit lainnya tahun ini. “Konsumen ingin memiliki listrik PLN yang andal, murah, dan ramah lingkungan. Kami berupaya mengembangkan potensi biomassa berbasis ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan limbah hasil kayu seperti serbuk gergaji dan serpihan kayu, ”ujarnya saat jumpa pers.

Hasil studi PJB Co-firing dengan biomassa ini telah terbukti menurunkan jumlah emisi gas rumah kaca seperti karbondioksida, nitrogen oksida dan sulfur dioksida. Studi tersebut menunjukkan bahwa 20% campuran biomassa dapat mengurangi emisi CO2 pembangkit listrik tenaga batu bara hingga 32% menjadi 696 gram per kilowatt (g / KWh), sementara campuran biomassa 40% dapat mengurangi emisi CO2 hingga 52%  menjadi 418 g. / KWh.

“PJB telah menerapkan teknik co-firing di PLTU Paiton I dan II sejak Juni dan telah mampu menghasilkan energi bersih sebesar 4.000 MW serta mengkonsumsi serbuk gergaji sebanyak 3.800 ton,” kata Ardi.

Dari hasil pengujian yang dilakukan di PLTU Paiton, campuran serbuk gergaji 5% juga dapat menurunkan emisi SO2 dari 536,2 mg / Nm3 menjadi 285 mg / Nm3, sedangkan emisi NOx menurun dari 424,4 mg / Nm3 menjadi 267,4 mg / Nm3. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menetapkan batas emisi SO2 dan NOx sebesar 550 mg / Nm3.

“Uji co-firing terbaru kami dimulai pada 2 September di pembangkit listrik Pacitan dengan menggunakan campuran limbah serbuk gergaji 5% untuk menghasilkan listrik 300 MW. Boiler pembangkit listrik beroperasi normal selama pengujian, ”ucapnya.

Lanjut ia menyebut, bahwa metode Co-Firing dinilai efisien. Saat ini harga batu bara dikisaran 700.000 (US $ 47) per ton, sedangkan harga serbuk gergaji setengah dari harga batu bara. “Jadi, PJB tetap bisa untung dan tidak membebani PLN,”pungkasnya. (Cr)

 

 

 

 

 

 


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button