NEWS
Trending

PLN Beri Penjelasan Tentang Dugaan Kasus Suap Maxpower

PLN Beri Penjelasan Tentang Dugaan Kasus Suap Maxpower
Listrik Indonesia | Direktur Utama PT PLN (Persero), Sofyan Basir angkat bicara soal dugaan kasus suap PT Maxpower kepada pejabat di Indonesia. Sofyan mengaku, pihaknya tidak terlibat dalam dugaan kasus suap dalam meloloskan sejumlah proyek pembangkit.
 
Departemen Kehakiman Amerika Serikat, sebelumnya tengah melakukan penyidikan terhadap dugaan suap Maxpower Group Pte Ltd, perusahaan energi yang berada di bawah naungan Standard Chartered, untuk memenangkan kontrak pembangkit listrik dan untuk melicinkan bisnisnya di Indonesia.
 
“Kasus tersebut, terkait proyek Maxpower membangun pembangkit listrik tenaga gas di Tarahan, Provinsi Lampung, dan Tarakan, Kalimantan Timur, pada 2015 lalu, nggak ada. Itu bukan ke PLN,” ungkap Sofyan Basir di Komplek Istana Presiden Jakarta, Senin (3/10).
 
Pihaknya juga sudah melakukan internal audit di departemennya, dan tidak ditemukan dugaan suap, “Sudah kami lakukan (audit internal), kami lihat. Kayaknya sih, hampir tidak ada,” paparnya.
 
Berdasarkan sumber yang enggan disebutkan, Maxpower Indonesia, memiliki sejumlah proyek instalasi pembangkit listrik tenaga gas berskala kecil di Sumatera, Kalimantan, hingga Papua.
 
Pada 2012, Standard Chartered Private Equity (SCPE) membeli sebagian saham minoritas Maxpower, yang kemudian pada 2015, SCPE meningkatkan kepemilikan saham menjadi 50 persen.
 
Menurut laporan catatan audit 2014, yang dilakukan PwC (Pricewaterhouse Coopers), ada sejumlah penggunaan dana oleh para pendiri Maxpower yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
 
Temuan tersebut, lanjut Sofyan, langsung dilaporkan ke SCPE dan ditindaklanjuti oleh tim internal audit, yang kemudian menemukan penggunaan dana yang tidak pantas sebesar US$750 ribu oleh para pendiri dengan kurun waktu 2012-2015.
 
“Standard Chartered disebut secara proaktif menyampaikan temuan tersebut ke Departemen Kehakiman Amerika Serikat,” pungkas Sofyan.  (RG)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button